Tautan-tautan Akses

Panel Independen: Pemilu Haiti Diwarnai Kecurangan


Para demonstran melakukan unjuk rasa memrotes pemilu yang mereka tuduh penuh dengan kecurangan dalam aksi di Port-au-Prince, Haiti (foto: dok).

Para demonstran melakukan unjuk rasa memrotes pemilu yang mereka tuduh penuh dengan kecurangan dalam aksi di Port-au-Prince, Haiti (foto: dok).

Sebuah panel independen telah menyimpulkan bahwa pemilu presiden dan parlemen Haiti pada bulan Oktober diwarnai penyimpangan.

Laporan panel independen yang dirilis hari Minggu (3/1) itu berisi tuduhan kecurangan yang dilakukan kandidat presiden dari pihak oposisi, Jude Celestin.

Masalah-masalahnya termasuk surat suara yang dicoret, kesalahan penghitungan, dan perbedaan dalam identifikasi pemilih.

Tuduhan kecurangan itu memicu protes-protes di jalanan yang memaksa para pejabat membatalkan pemilu putaran kedua bulan lalu.

Belum jelas kapan pemilu putaran berikutnya akan diadakan, tetapi konstitusi Haiti menetapkan bahwa presiden baru mulai menjabat pada 7 Februari.

Kandidat pro-pemerintah Jovenel Moise memenangkan pemilu putaran pertama, diikuti Celestin, dalam kontes yang diikuti lebih dari 50 kandidat.

Selama puluhan tahun, Haiti telah berusaha membangun pemerintahan dan masyarakat yang stabil, faktor penting untuk menarik investasi yang sangat dibutuhkan.

Korupsi, kekerasan, dan gempa bumi dahsyat tahun 2010 telah menghambat berbagai upaya Haiti untuk membangun negara yang berkembang. [vm]

XS
SM
MD
LG