Tautan-tautan Akses

Pemilu 11 September, Ujian bagi Partai PAP Singapura


PM Singapura Lee Hsien Loong (Foto: dok).

PM Singapura Lee Hsien Loong (Foto: dok).

Singapura akan menggelar pemilihan umum pada 11 September, pemerintah mengumumkan Selasa (25/8), dalam apa yang diharapkan menjadi kontes ketat untuk partai yang berkuasa. Partai tersebut telah mendominasi politik di negara kota selama 50 tahun, tetapi sekarang menghadapi ketidakpuasan yang tumbuh di antara warga.

Partai Aksi Rakyat (PAP), yang pendirinya juga merupakan perdana menteri pertama Singapura, Lee Kuan Yew, meninggal pada bulan Maret pada usia 91, saat ini memegang 80 dari 87 kursi di parlemen.

Meskipun jumlah itu menyiratkan popularitas besar PAP, partai tersebut dibantu oleh sistem pemilu di mana beberapa konstituen yang diwakili oleh satu kelompok yang terdiri dari empat sampai enam anggota parlemen, dan meningkatkan angka partai yang menang itu.

Partai ini biasanya membentuk beberapa kelompok yang dipimpin oleh para senior dan anggota Parlemen yang populer. Sistem ini telah membantu PAP dalam mempertahankan mayoritas komando, meskipun hanya menerima 60 persen suara dalam pemilihan umum 2011, dalam kinerja terburuk pemilu negara itu. Partai ini telah kehilangan dua pemilu khusus sejak itu.

Penurunan hasil popularitas tersebut tumbuh dari kebencian akibat pembatasan politik, masuknya pengaruh asing dan biaya hidup yang tinggi.

Untuk generasi muda, keberhasilan ekonomi Singapura "tidak memiliki banyak resonansi dibandingkan dengan orang tua atau kakek-nenek mereka," kata Eugene Tan, seorang profesor hukum di Singapore Management University.

"Mereka kurang terpikat dengan sistem di mana satu partai dominan dan cenderung lebih menyukai keberagaman politik dan kontestasi. Hasil (pemilu) akan memberikan sinyal apakah kita secara bertahap akan meninggalkan sistem yang dominan satu partai," katanya.

Dominasi virtual satu partai yang dipimpin Lee, secara luas dikenal telah berhasil mengatur negara tersebut menuju kesuksesan ekonomi dan dipuji pada perayaan ulang tahun ke-50 Singapura pada 9 Agustus lalu untuk prestasinya.

Anak Lee, Perdana Menteri saat ini Lee Hsien Loong, menceritakan pada rapat kemajuan negara dalam 50 tahun terakhir dan mendesak Singapura untuk berpikir tentang (pembangunan) 50 (tahun) mendatang.

"Jika Anda bangga dengan apa yang telah kita capai bersama-sama, jika Anda mendukung apa yang ingin kita lakukan ke depan, masa depan yang akan kita bangun, maka silakan mendukung saya, dukung tim saya," katanya.

"Kita harus melakukannya bersama-sama, sehingga kita bisa terus membuat Singapore istimewa untuk tahun-tahun mendatang. 50 tahun lagi. Dan Singapura harus tetap istimewa karena jika kita hanya menjadi tempat kecil yang membosankan di peta, sebuah noda, kita akan berarti apa-apa. Kita harus menjadi titik merah yang bersinar," tambahnya.

Pada hari pemilihan, 16 daerah di Singapura akan diperebutkan dalam kelompok, sementara 13 daerah lainnya akan diperebutkan secara individual, sebesar total 89 kursi. Sebelumnya, Selasa (25/8), Presiden telah membubarkan Parlemen. Tanggal 1 September ditetapkan sebagai hari nominasi (bagi anggota parlemen).

Ada sekitar 2,46 juta pemilih yang memenuhi syarat, naik dari 2,35 juta dari tahun 2011, dengan peningkatan jumlah pemilih lahir pasca kemerdekaan.

Partai oposisi Buruh saat ini memegang tujuh kursi lainnya. Popularitas partai tersebut naik, khususnya di kalangan generasi muda, setelah berkampanye memberikan suara yang kredibel untuk menjaga agar PAP tetap diperhitungkan.

Dalam pemilihan 2011, partai tersebut berhasil menarik lima anggota dari daerah Aljunied di Singapura Timur, menggeser tim PAP yang dipimpin oleh seorang mantan menteri luar negeri.

XS
SM
MD
LG