Tautan-tautan Akses

Pemilihan Pendahuluan Calon Presiden Amerika Serikat


Kampanye para kandidat Capres AS di Iowa, 31 Januari 2016. Dari atas kiri, searah jarum jam: Hillary Clinton, Ted Cruz, Donald Trump dan Bernie Sanders.

Kampanye para kandidat Capres AS di Iowa, 31 Januari 2016. Dari atas kiri, searah jarum jam: Hillary Clinton, Ted Cruz, Donald Trump dan Bernie Sanders.

Pemilihan pendahuluan calon presiden Amerika secara resmi dimulai hari ini, Senin, 1 Februari 2016 di Iowa.

Setelah berbulan-bulan kampanye, pidato dan debat, pemilihan pendahuluan calon presiden Amerika siap untuk dimulai secara resmi hari Senin, sewaktu penduduk negara bagian Iowa memilih calon presiden mereka di berbagai lokasi kaukus di sana.

Jajak pendapat menunjukkan persaingan ketat dalam pencalonan kandidat baik di Partai Republik maupun Demokrat. Para kandidat yang posisinya belum mapan masih terus menunjukkan kegigihan mereka.

Di kubu Republik, pengusaha real estate Donald Trump masih tetap unggul sedikit dari Senator Texas Ted Cruz. Trump terus mengemukakan pertanyaan mengenai kelayakan Cruz mencalonkan diri sebagai presiden, sedangkan Cruz menantang sikap konservatif Trump.

“Dan tentu saja masalahnya yang lebih besar adalah Kanada, ia lahir di Kanada. Banyak orang mengatakan ia bahkan tidak dapat mencalonkan diri dalam pemilu, jadi kita akan cari tahu mengenai hal tersebut. Bagi saya itu adalah masalah besar, karena jika ia menjadi kandidat,menurut banyak orang ia bahkan mungkin tak dapat mencalonkan diri," kata kata Donald Trump, kandidat capres dari partai Republik.

“Pertaruhannya terlalu tinggi. Kita tidak boleh mengambil risiko. Sesungguhnya, jutaan orang Amerika bergantung pada mereka yang berkumpul di sini hari ini: untuk melihat langsung setiap kandidat, meneliti kami, untuk mengatakan ‘jangan dengarkan apa yang kami katakan, lihat cara kami melangkah’,” kata Senator Ted Cruz.

Bagi Demokrat, persaingan tampaknya berimbang antara mantan menteri luar negeri Hillary Clinton dan Senator Vermont Bernie Sanders, yang menyatakan dirinya sebagai seorang yang berhaluan demokrat sosialis.

“Anda tahu, sewaktu datang ke kaukus besok malam, Anda bukan hanya memilih seorang presiden, Anda memilih seorang panglima tertinggi. Saya merasa sangat beruntung telah memiliki pengalaman sebagai menteri luar negeri selama empat tahun. Saya tahu pilihan-pilihan sulit yang dihadapi seorang presiden. Jika tidak sulit, pilihan tersebut tidak akan sampai di meja presiden. Tidak akan sampai di situation room (ruang rapat dan pusat manajemen intelijen) di mana saya menghabiskan banyak waktu untuk mencoba mengetahui jalan terbaik, paling aman dan paling tepat yang terbentang,” kata Hilary Clinton.

“Dan maksud kampanye ini adalah, tentu saja saya berada di sini untuk berupaya dan menang besok malam, dalam upaya memenangkan nominasi Partai Demokrat, untuk menang dalam pemilihan umum. Tetapi yang lebih penting dan merupakan bagian dari proses ini adalah jutaan orang datang bersama, kulit hitam, kulit putih, keturunan Amerika Latin, gay dan heteroseksual, lelaki dan perempuan, mereka yang lahir di negara ini, orang-orang yang berimigrasi ke negara ini. Kita tidak akan biarkan Donald Trump dan orang-orang lain, kita tidak akan membiarkan mereka memecah belah kita. Kita akan bersatu,” kata Senator Bernie Sanders.

Badai salju dahsyat diperkirakan akan berlangsung berdekatan dengan waktu warga berkumpul di pusat-pusat kaukus untuk memilih pada Senin malam. Badai tersebut dapat berdampak besar terhadap keikutsertaan pemilih. Ini akan menguntungkan kubu kandidat yang lebih terorganisir, atau kandidat yang memiliki pendukung yang lebih bersemangat.

New Hampshire menjadi fokus berikutnya bagi para kandidat calon presiden. Negara bagian tersebut akan mengadakan pemilihan pendahuluan pada 9 Februari mendatang. [uh/lt]

XS
SM
MD
LG