Tautan-tautan Akses

Pemilihan di Thailand Berakhir di Tengah Protes


Petugas komisi pemilihan menunjukkan surat-surat suara ke media saat penghitungan suara berlangsung di Bangkok 2 Februari 2014.

Petugas komisi pemilihan menunjukkan surat-surat suara ke media saat penghitungan suara berlangsung di Bangkok 2 Februari 2014.

TPS-TPS telah ditutup di Thailand dalam pemilihan umum yang tegang karena demonstran anti-pemerintah telah memaksa penutupan ratusan TPS di ibukota Bangkok.

Kelompok oposisi utama, partai Demokrat memboikot pemilu itu, dan para demonstran memblokir pengiriman surat-surat suara serta mencegah pemilih memasuki TPS di Bangkok. Tapi para pejabat mengatakan, pemilihan berlangsung relatif aman di bagian-bagian lain negeri itu.

Partai Pheu Thai pimpinan perdana menteri Yingluck Shinawatra diperkirakan akan menang mudah, tapi kelompok oposisi akan terus melancarkan aksi-aksi protes di jalanan.

Aksi-aksi protes dimulai tiga bulan yang lalu ketika perdana menteri Yingluck berusaha memberi amnesti kepada kakaknya, bekas perdana menteri Thaksin Shinawatra, yang digulingkan oleh tentara tahun 2006. Tapi Thaksin tetap populer di Thailand walaupun ia telah dijatuhi hukuman penjara karena korupsi. Thaksin kini tinggal di Dubai.

Tentara Thailand tampak disiagakan untuk mencegah kerusuhan, dan keadaan darurat telah diumumkan. Militer telah melancarkan kudeta 18 kali dalam 80 tahun terakhir, dan mengatakan tidak akan campuri tangan dalam kecuali sangat diperlukan.
XS
SM
MD
LG