Tautan-tautan Akses

Pemilih Konservatif Perancis Ikuti Pemilihan Pendahuluan


Seorang pendukung mengibarkan bendera Perancis ketika Nicolas Sarkozy, mantan pemimpin partai politik "Les Republicains" dan kandidat pemilihan pendahuluan presiden Perancis menghadiri kampanye di Nimes, Perancis, 18 November 2016.

Seorang pendukung mengibarkan bendera Perancis ketika Nicolas Sarkozy, mantan pemimpin partai politik "Les Republicains" dan kandidat pemilihan pendahuluan presiden Perancis menghadiri kampanye di Nimes, Perancis, 18 November 2016.

Kalangan konservatif Perancis Minggu (20/11) memberikan suara dalam pemilihan pendahuluan untuk memilih calon mereka dalam pemilihan presiden tahun depan, menyusul kampanye yang ditandai oleh kekhawatiran mengenai gelombang migran yang masuk ke Eropa dan serangkaian serangan jihadis di Perancis.

Setelah keputusan Inggris yang mengejutkan untuk keluar dari Uni Eropa dan kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika, pemilihan presiden Perancis kini akan menjadi ujian lainnya bagi persaingan antara partai-partai utama dan kekuatan populis yang kian berkembang.

Tujuh kandidat bersaing pada hari Minggu ini dalam putaran pertama pemilihan pendahuluan dengan mantan presiden Nicolas Sarkozy, 61, dan mantan perdana menteri Francois Fillon, 62, dan Alain Juppe, 75, memimpin persaingan.

Pesaing yang diamati dengan cermat adalah Marine Le Pen yang berhaluan ekstrem kanan. Kritik Le Pen mengenai imigrasi dan Muslim mencerminkan suara kebanyakan pemilih.

Ini adalah pemilihan pendahuluan pertama yang diselenggarakan kalangan konservatif Perancis. Sebelumnya para kandidat ditetapkan secara internal.

Hasil pemilihan putaran pertama ini diperkirakan muncul Minggu malam dan putaran berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 27 November. [uh]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG