Tautan-tautan Akses

Pemilih di New Hampshire Lawan Salju Menuju Tempat Pemilihan Pendahuluan


Pemilih di New Hampshire lakukan pemilihan pendahuluan, Selasa, 9 Februari 2016.

Pemilih di New Hampshire lakukan pemilihan pendahuluan, Selasa, 9 Februari 2016.

Warga di New Hampshire yang bersalju hari Selasa memberikan suara dalam pemilihan pendahuluan untuk menentukan masa depan kampanye pemilihan presiden dari Partai Demokrat dan Partai Republik.

"Agak dingin tapi nyaman," kata Keith Lennon, seorang pemilih dari Manchester, kota terbesar di negara bagian itu. "Saya pergi ke TPS dan memilih Donald Trump. Saya suka dia yang suka berterus terang."

Semalam, badai musim dingin menyapu negara bagian di Amerika timur laut itu, mencurahkan sekitar 20 sentimeter salju yang menyulitkan perjalanan.

Lorraine Bauman sedang makan di sebuah restoran setelah memberikan suara dan mengatakan cuaca tidak mencegah orang muncul di lokasi pemungutan suara.

"Penuh sesak, tapi bergerak cepat. Saya merasa puas dengan pilihan saya. Saya memilih Hillary Clinton. Saya tidak pernah ragu, saya kira ia begitu luar biasa," katanya.

Sebelumnya, populasi kecil di tiga desa memberikan suara pertama di negara bagian itu.

Hasil awal menunjukkan Gubernur Ohio John Kasich mengalahkan miliarder Donald Trump dengan suara tiga lawan dua di pihak Partai Republik di Dixville Notch. Senator dari Vermont Bernie Sanders memenangkan semua empat suara di kota kecil itu untuk Partai Demokrat.

Kasich dan Sanders juga menang di kota kecil Hart’s Location.

Mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton mengalahkan Sanders 2-1 di Millsfield, sementara Senator dari Texas Ted Cruz mengalahkan Donald Trump 9-3 di kota itu.

Sebelum pemungutan suara, jajak pendapat di New Hampshire menunjukkan dukungan bagi Sanders dengan menyusut, tapi masih berada di posisi aman dengan dua digit mengungguli Clinton di pihak Partai Demokrat.

Trump tetap memimpin di kubu Partai Republik dengan margin yang lebih besar. Lima atau enam bakal calon presiden dari kalangan de facto Partai Republik berada dalam persaingan ketat untuk merebut posisi nomor dua di belakang Trump. [lt]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG