Tautan-tautan Akses

Pemilih Belanda Tolak Perjanjian Uni Eropa-Ukraina


Perdana Menteri Belanda, Mark Ruttememberikan keterangan kepada media seusai pemungutan suara di Den Haag, Belanda (6/4).

Perdana Menteri Belanda, Mark Ruttememberikan keterangan kepada media seusai pemungutan suara di Den Haag, Belanda (6/4).

Perdana Menteri Mark Rutte, Rabu malam (6/4) mengatakan pemerintah Belanda akan berkonsultasi dengan parlemen dan mitra-mitra Uni Eropanya untuk memutuskan apa yang akan dilakukan selanjutnya.

Dalam referendum yang tidak mengikat, para pemilih Belanda mengisyaratkan mereka tidak mendukung perjanjian perdagangan Uni Eropa dengan Ukraina.

Dengan 99 persen suara telah dihitung setelah pemungutan suara hari Rabu, 61 persen pemilih menyatakan menolak perjanjian itu berbanding 38 persen yang menerimanya. Hasil itu memberi sinyal jelas bagi parlemen Belanda, yang sebelumnya diperkirakan akan meratifikasi perjanjian tersebut.

Perdana Menteri Mark Rutte, Rabu malam (6/4) mengatakan pemerintah Belanda akan berkonsultasi dengan parlemen dan mitra-mitra Uni Eropanya untuk memutuskan apa yang akan dilakukan selanjutnya. Rutte memperingatkan proses itu dapat berlangsung “berhari-hari atau berminggu-minggu.”

Meskipun penghitungan suara hampir rampung, hasil resmi belum akan diumumkan hingga 12 April mendatang.

Ppemilih yang datang memberikan suara pada referendum hari Rabu itu mencapai 32,2 persen dari 12,5 juta pemilih terdaftar, dengan margin kesalahan tiga persen. Kehadiran 30 persen pemilih diperlukan untuk mengesahkan hasil referendum. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG