Tautan-tautan Akses

Pemerintahan Baru Libya Tak akan Ekstradisi Pembom Lockerbie


Pembom Lockerbie, Abdel Baset al-Megrahi (tengah), dipulangkan ke Libya setelah didiagnosa menderita kanker gawat (foto: dok.).

Pembom Lockerbie, Abdel Baset al-Megrahi (tengah), dipulangkan ke Libya setelah didiagnosa menderita kanker gawat (foto: dok.).

Wakil pemberontak Libya mengatakan, tidak akan menyerahkan warga Libya seperti yang dilakukan mantan pemimpin Muammar Gaddafi.

Pemerintahan Dewan Transisi Nasional Libya mengatakan, tidak akan mengekstradisi pria yang divonis dalam kasus pemboman Lockerbie tahun 1988 yang mengakibatkan 270 orang tewas.

Menteri Kehakiman Dewan Transisi Nasional Libya Muhamad al-Alagi kepada wartawan di Tripoli hari Minggu mengatakan Abdul Baset al-Megrahi telah diadili dan divonis di Skotlandia atas pemboman pesawat kormesial Pan Am dengan nomor penerbangan 103 di wilayah udara Lockerbie.

Al-Alagi mengatakan, pemberontak tidak akan menyerahkan warga-warga Libya seperti yang dilakukan mantan pemimpin Muamar Gaddafi.

Pihak berwenang Skotlandia membebaskan al-Megrahi tahun 2009 atas pertimbangan belas kasih. Dokter-dokter mengatakan, dia mengidap kanker dan bertahan hidup hanya beberapa bulan lagi. Dia sudah menjalani hukuman 8 tahun penjara.

Putusan membebaskan al-Megrahi membuat keluarga korban pemboman Lockerbie marah, yang kebanyakan berasal dari Amerika. Kejatuhan Gadhafy telah menghidupakan harapan bahwa jajaran pemimpin baru Libya bersedia mengekstradisi al-Megrahi yang masih hidup dan tinggal di Libya.

XS
SM
MD
LG