Tautan-tautan Akses

Pemerintah Ambil Alih Proyek Tol Swasta yang Tidak Jalan


Presiden Joko Widodo memberikan keterangan terkait pengambilalihan proyek tol swasta oleh Pemerintah, Selasa, 21 Juni 2016. (Foto: Biro Pers Kepresidenan)

Presiden Joko Widodo memberikan keterangan terkait pengambilalihan proyek tol swasta oleh Pemerintah, Selasa, 21 Juni 2016. (Foto: Biro Pers Kepresidenan)

Presiden Jokowi menginstruksikan untuk mengambil alih konsesi pembangunan jalan tol yang sudah diberikan kepada swasta namun tidak kunjung dikerjakan.

Pemerintahan Joko Widodo–Jusuf Kalla terus mempercepat pembangunan infrastruktur di semua sektor, khususnya jalan penghubung bebas hambatan atau jalur tol di semua daerah.

Dalam kunjungan kerja memantau pembangunan jalan tol beberapa daerah di Jawa Barat, Selasa (21/6), Presiden Jokowi menginstruksikan untuk mengambil alih konsesi pembangunan jalan tol yang sudah diberikan kepada swasta, namun tidak kunjung dikerjakan. Perintah ini disampaikan Presiden Joko Widodo menanggapi banyaknya pembangunan tol yang tidak juga dikerjakan alias mangkrak, seperti tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), jalan tol Cimanggis-Cibitung, dan tol Bekasi-Kampung Melayu (Becakayu).

“Ya ini tol Bocimi atau Bogor, Ciawi, Sukabumi. Ini sepanjang 54 kilometer. Sudah pernah di groundbreaking itu empat kali. Tapi berhenti. Ini sudah di mulai sejak 1997. Tapi sampai sekarang, satu meterpun belum dikerjakan,” kata Presiden Jokowi.

Presiden mencontohkan proyek pembangunan jalan tol Cimanggis-Cibitung yang sudah diberikan kepada pihak swasta sejak tahun 2006, tetapi hingga diambil alih pemerintah tahun lalu belum juga selesai. Bahkan pembebasan lahan tol Cimanggis-Cibitung sepanjang 26 kilometer itu baru mencapai 0,7 persen. Presiden berharap pembebasan lahan bisa dipercepat karena anggaran sebesar Rp1,5 triliun sudah disiapkan.

Presiden menegaskan kepada pihak pengembang, yaitu PT Waskita Karya selaku kontraktor pembangunan jalan tol, supaya mempercepat pembangunan ruas jalur tol yang sudah ditentukan hingga 2018. Proyek ini, lanjut presiden, harus jalan untuk mengatasi kemacetan yang sudah sangat luar biasa.

“Jadi, ini akan kita kerjakan. Sudah dimulai seksi 1-nya, termasuk pembebasan lahannya sudah 90 persen. Nanti dilanjutkan ke seksi 2, 3 dan 4. Kita harapkan, tadi dari Waskita menyampaikan akan diselesaikan sampai 2019 rampung. Tapi saya minta 2018. Ini adalah jalur yang padat sekali. Dulu konsesinya kita berikan kepada swasta, gak dikerjakan, lalu kita ambil,” lanjut Presiden Jokowi.

Tidak hanya di Jawa Barat, pembangunan jalan tol antar daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur juga akan diambil alih oleh Pemerintah jika pihak swasta lambat dalam pengerjaannya.

‘’Ini ni model-model seperti ini. Ya seperti yang kita lihat di Ngawi, di Solo. Tepatnya Solo–Ngawi, Ngawi–Mojokerto. Sama saja. Termasuk yang di Batang. Ambil alih. Kalau ga cepat, kita ambil alih dari swasta. Karena kita butuh, masyarakat butuh," imbuhnya.

Pengusaha nasional, Sandiaga Uno kepada VOA mengatakan pemerintah harus bekerja ekstra keras memangkas berbagai macam ijin investasi dan sekaligus meningkatkan infrastruktur. Jika hal ini bisa dilakukan secara cepat, maka pada tahun 2019 nanti pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai tujuh persen.

"Pertumbuhan tujuh persen itu hanya bisa dicapai kalau banyak sekali infrastruktur yang belum terbangun bisa diselesaikan. Juga dari segi birokrasi serta kemudahan iklim investasi yang lebih baik itu bisa terlaksana. Mungkin kalau kita lihat di 2019 pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai tujuh persen,” jelas Sandiaga Uno. [aw/em]

XS
SM
MD
LG