Tautan-tautan Akses

Pemerintah Upayakan Pemulangan 2 WNI Sandera Abu Sayyaf ke Tanah Air   


Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di kompleks Istana Kepresidenan Rabu 17 Agustus 2016. (Foto:VOA/Andylala)

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di kompleks Istana Kepresidenan Rabu 17 Agustus 2016. (Foto:VOA/Andylala)

Presiden Joko Widodo meminta agar keselamatan para sandera yang masih disandera kelompok Abu Sayyaf Filipina menjadi hal yang utama dalam upaya pembebasan.

Dua dari 11 sandera warga negara Indonesia (WNI) telah bebas dari kelompok Abu Sayyaf di Filipina. Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi di kantor Kementerian Luar Negeri, Jumat (19/8), mengatakan pemerintah tengah menyiapkan proses pemulangan dua WNI itu.

Duta Besar RI untuk Filipina di Manila, tambah Retno, sudah berada di kota Zamboanga, Filipina, untuk bertemu dan memastikan kondisi dua WNI tersebut.

"Jadi setelah informasi kita peroleh semuanya, tentunya tim dari KBRI Manila dan Davao turun adalah, untuk mempersiapkan proses pemulangan. Misalnya mempersiapkan SPLP nya dan sebagainya. Begitu informasi dan lainnya termasuk pemeriksaan kesehatan dilakukan, maka sesegera mungkin beliau akan segera di pulangkan ke Indonesia," jelas Menlu RI, Retno Marsudi.

Kedua WNI itu lanjut Retno Marsudi, berada dalam kondisi sehat. Pemerintah berupaya keras membebaskan semua sandera dari tangan kelompok Abu Sayyaf.

"Keadaannya sehat. Yang jelas dalam kondisi sehat. Secara terus menerus Pemerintah berusaha untuk sesegera mungkin membebaskan semua sandera WNI yang berada di tangan penyandera," imbuhnya.

Presiden Joko Widodo tambah Retno, terus dilaporkan seputar perkembangan dari hari ke hari soal nasib para WNI yang di sandera kelompok Abu Sayyaf. Presiden berpesar agar keselamatan para sandera menjadi hal yang utama dalam upaya pembebasan.

"Arahan Presiden jelas. Bahwa mengenai upaya untuk pembebasan terus diminta oleh Presiden. Tentunya keselamatan merupakan prioritas. Jadi kita upayakan untuk segera membebaskan, dan keselamatan merupakan prioritas. Kita berusaha semaksimal mungkin," kara Retno Marsudi.

Retno Marsudi belum bisa memastikan apakah dua WNI yang bebas itu meloloskan diri atau dibebaskan oleh penyandera. Yang jelas, menurut Retno berbagai dokumen perjalanan dan paspor dua WNI itu sudah disiapkan untuk proses pemulangan. Tim dari Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Manila dan Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Davao Filipina sudah berada di Zamboanga untuk menggali informasi seputar pembebasan itu.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto memastikan bahwa dua dari 11 warga negara Indonesia yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina, berhasil melarikan diri. Dua WNI tersebut i bernama Muhamad Sofyan dan Ismail.

"Dua orang lolos. Saudara Sofyan dan Ismail sedang di Zamboanga sedang cek kesehatan," jelas Menkopolhukam Wiranto.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengecekan tentang kabar lolosnya dua WNI dari tangan Abu Sayyaf dan membenarkan hal tersebut. Sandera pertama yang melarikan diri dan berhasil ditemukan adalah Sofyan. Dia ditemukan di wilayah pantai Barangay Bual, kota Luuk, Sulu. Kemudian beberapa jam berselang, Ismail juga ditemukan di wilayah yang sama dengan penemuan Sofyan. Panglima berharap, dengan perlawanan yang terus diberikan oleh militer Filipina, sandera-sandera lainnya dapat lepas dari tangan Abu Sayyaf.

Lebih lanjut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan, hingga kini masih ada sembilan orang WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf.

"Masih ada sembilan orang. Kita masih bekerja keras. Mereka terpisah," imbuh Menlu RI Retno Marsudi. [aw/uh]

XS
SM
MD
LG