Tautan-tautan Akses

Pemerintah Turunkan Status Gunung Kelud Menjadi Siaga

  • Petrus Riski

Gunung Kelud, saat erupsi, terlihat dari desa Anyar, Blitar, 14 Februari 2014 (Foto: dok).

Gunung Kelud, saat erupsi, terlihat dari desa Anyar, Blitar, 14 Februari 2014 (Foto: dok).

Pemerintah melalui Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan penurunan status gunung Kelud di Jawa Timur dari Awas menjadi Siaga, sejak Kamis, (20/2).

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, menetapkan penurunan status gunung Kelud dari "Awas Level 4" menjadi "Siaga Level 3".

Kepala Badan Geologi, Surono mengatakan, penurunan status gunung Kelud didasari pantauan aktivitas gempa vulkanik dan gempa tremor, yang menunjukkan penurunan serta tidak memicu adanya letusan. Surono meminta masyarakat yang sudah diperbolehkan kembali, untuk tetap mematuhi larangan memasuki radius berbahaya 5 kilometer, serta mewaspadai ancaman bahaya lahar hujan di sekitar kawasan aliran sungai dan jalur lahar gunung Kelud.

“Tidak ada aktivitas masyarakat dalam radius 5 kilometer dari kawah Kelud, agar masyarakat yang beraktivitas dan bermukim di bantaran sungai tetap waspada utamanya bila terjadi hujan lebat di puncak gunung Kelud, terhadap lahar hujan,” kata Surono, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM.

Selain memperbolehkan masyarakat untuk kembali ke rumah, kecuali yang berada dalam radius lima kilometer, pemerintah menyiapkan penanganan pasca erupsi yang merusak rumah warga serta fasilitas umum lainnya.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Samsul Maarif mengatakan, pemerintah akan memberikan bantuan termasuk melakukan rehabilitasi dan rekontruksi kawasan yang terdampak bencana letusan gunung Kelud.

“Pemerintah pusat akan memberikan bantuan yang ekstrem, yang tidak tertangani oleh Pemda, atau mengisi celah-celah atau gap kebutuhan Pemda (Pemerintah Daerah) baik dalam manajerial, administrasi, logistik dan peralatan serta pendanaan. Saya kira hal ini wajib kita jaga, sampai pelaksanaan kegiatan penanganan bencana gunung Kelud itu selesai, yaitu hingga rehabilitasi dan rekonstruksi. Waktu yang kami berikan melihat kemungkinan ancaman ini adalah, paling cepat satu minggu dan paling lambat satu bulan,” kata Samsul Maarif, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan anggaran sekitar 100 milyar rupiah, untuk penanganan fisik yang terdampak letusan gunung Kelud. Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan, penanganan perbaikan fisik yang terdampak erupsi gunung Kelud ditargetkan selesai dalam dua minggu sejak Senin depan, agar kehidupan masyarakat menjadi kembali normal dan lebih baik.

“Mulai hari Senin paling lambat Selasa, sudah harus melakukan langkah perbaikan, perbaikan berat, sedang dan ringan, yang jadwalnya 2 minggu harus selesai, dan kita membuat tenda untuk mengontrol di lapangan, agar apa yang diinginkan oleh pak Rono (Kepala Badan Geologi Surono) dan masyarakat, memberikan harapan yang lebih baik kedepan, setelah adanya ujian ini,” kata Soekarwo, Gubernur Jawa Timur.
XS
SM
MD
LG