Tautan-tautan Akses

AS

Pemerintah Trump Akan Tinjau Standar Efisiensi Mobil


Mobil diisi bensin di pom bensin BP di Hoboken, New Jersey. (Foto: Ilustrasi)

Mobil diisi bensin di pom bensin BP di Hoboken, New Jersey. (Foto: Ilustrasi)

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump akan segera membongkar satu lagi peraturan untuk mengurangi dampak peningkatan suhu bumi dan polusi pada kesehatan yang disusun pada masa pemerintahan pendahulunya, Barack Obama.

Para pejabat mengatakan akan meninjau kembali standar efisiensi mesin mobil yang ketat yang diumumkan oleh Obama sebelum Trump mengambil-alih pemerintahan.

Trump menyebut peraturan efisiensi mesin mobil itu sebagai “peraturan yang akan merugikan industri.” Tapi para pakar lingkungan dan kelompok-kelompok dokter mengatakan, peraturan itu akan mengurangi polusi udara dan sekaligus menghemat pengeluaran keluarga untuk pembelian bensin.

Peraturan yang akan ditinjau lagi itu mensyaratkan mobil-mobil yang diproduksi menjelang 2025 harus bisa mencapai 23 kilometer per liter bensin, dibanding kebanyakan mobil yang digunakan sekarang yang memerlukan 1 liter untuk menempuh jarak 10 sampai 15 kilometer.

“Tidak ada mobil konvensional yang bisa memenuhi target itu,” kata kelompok Aliansi Produsen Mobil dalam suratnya kepada kepla Badan Perlindungan Alam (EPA), Scott Pruitt. Hanya mobil-mobil hibrida dan mobil listrik yang bisa mencapai standar itu, tapi kedua jenis mobil itu saat ini hanya mencakup 3,5 persen dari semua mobil yang ada, kata juru bicara aliansi itu.

Karena harga bensin sekarang murah, lebih banyak konsumen membeli mobil-mobil besar yang boros bensin. Kata para pembuat mobil, mereka khawatir peraturan efisiensi itu akan merugikan mreka karena ingin memenuhi permintaan konsumen. Mereka memperkirakan perusahaan akan rugi sampai US$200 miliar menjelang 2025 jika peraturan itu dijalankan.

“Standar efisiensi itu sangat merugikan pembuat mobil dan rakyat Amerika,” kata Pruitt, pejabat EPA yang diangkat oleh Trump.

Kristin Igusky dari World Resources Institute atau Lembaga Sumber Alam Dunia mengatakan, jika peraturan itu dicabut, rakyat Amerika akan mengeluarkan lebih banyak uang untuk membeli bensin.

Kepala Lembaga Kesehatan Global pada Universitas Wisconsin Jonathan Patz mengatakan, “ini bukan hanya masalah ekonomi saja, tapi juga masalah kesehatan yang besar.”

“Antara 60 sampai 80 ribu rakyat Amerika meninggal secara prematur tiap tahun karena berbagai penyakit yang disebabkan polusi udara. Jadi, membatalkan peraturan efisiensi bahan bakar itu hanya akan merusak kesehatan kita,” kata Jonathan Patz lagi. [isa]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG