Tautan-tautan Akses

Pemerintah Tibet di Pengasingan Lancarkan Kampanye Kesadaran Internasional


Lobsang Sangay, PM Pemerintah Tibet di pengasingan (kanan) menyerahkan dokumen kepada pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama di Sekolah Pedesaan Anak-anak di wilayah Dharmsala, India (5/6).

Lobsang Sangay, PM Pemerintah Tibet di pengasingan (kanan) menyerahkan dokumen kepada pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama di Sekolah Pedesaan Anak-anak di wilayah Dharmsala, India (5/6).

Pemerintah Tibet Pusat yang berbasis di India mengumumkan kampanye kesadaran internasional yang menurut mereka usaha paling terpadu untuk mewujudkan kebebasan dasar bagi rakyat Tibet, Kamis (5/6).

Pemerintah Tibet di pengasingan mengungkapkan upaya baru untuk memperoleh otonomi yang lebih besar dari China dalam usaha untuk mengimbangi propaganda pemerintah China dan membangkitkan semangat rakyat Tibet yang kecewa.

Telah empat tahun berlalu sejak pembicaraan antara China dan para perwakilan pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama, mengalami kebuntuan. Sejak itu, kondisi di Tibet memburuk dan gelombang aksi bakar diri meluas.

Sementara kekerasan dan penindasan terus berlanjut, beberapa warga Tibet di pengasingan semakin kehilangan kesabaran dengan pendekatan Jalan Tengah yang digagaskan Dalai Lama – yang ditujukan untuk meraih otonomi dan bukan kemerdekaan dari Beijing.

Hari Kamis (5/6), Pemerintah Tibet Pusat yang berbasis di India mengumumkan kampanye kesadaran internasional yang menurut mereka usaha paling terpadu untuk mewujudkan kebebasan dasar bagi rakyat Tibet.

Tsering Wangchuk, juru bicara Pemerintah Tibet Pusat, mengatakan kepada VOA, kampanye itu bukan hanya seruan akan solidaritas, tapi juga tanggapan terhadap penyimpangan aspirasi sesungguhnya rakyat Tibet oleh China.

China telah berusaha menggambarkan Dalai Lama sebagai separatis berbahaya yang memicu 130 aksi bakar diri sejak 2009. Dalai Lama menolak tuduhan itu.

Banyak rakyat Tibet berharap pemimpin tertinggi China Xi Jinping, yang mulai berkuasa sejak 2012, lebih terbuka untuk melakukan dialog mengenai isu Tibet, karena ayahnya adalah mantan wakil perdana meneteri yang memiliki hubungan erat dengan Dalai Lama.
XS
SM
MD
LG