Tautan-tautan Akses

Tangani Konflik Papua, Pemerintah Tetap Kedepankan Dialog


Menkopolhukam Tedjo Edy Purdijanto Kamis (4/12) di Kantor Presiden Jakarta memastikan pemerintah Indonesia tetap menjalankan politik dialog Jakarta – Papua dalam penyelesaian masalah gangguan keamanan (foto: VOA/Andylala).

Menkopolhukam Tedjo Edy Purdijanto Kamis (4/12) di Kantor Presiden Jakarta memastikan pemerintah Indonesia tetap menjalankan politik dialog Jakarta – Papua dalam penyelesaian masalah gangguan keamanan (foto: VOA/Andylala).

Salah satu prioritas dari agenda kerja pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla adalah penuntasan masalah gangguan keamanan di Papua.

Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Tedjo Edy Purdijanto di kantor Presiden Jakarta Kamis (4/12) memastikan pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla tetap menjalankan politik dialog Jakarta – Papua dalam penyelesaian masalah keamanan di Papua, selain penegakan hukum.

"Tetap kita kedepankan itu. Dan pendekatan (melalui dialog Jakarta – Papua) itu lebih intens dilakukan, dan hasilnya sudah ada yang kembali. Jadi mereka yang ada di hutan itu yang tidak tahu informasi itu yang masih berlama-lama di hutan. Mereka bisa diajak komunikasi kok. Banyak yang sudah kembali. Apalagi kita banyak anggaran ke Papua," paparnya.

Menkopolhukam menekankan, masalah konflik bersenjata di Papua lebih pada pemasalahan ekonomi semata. Untuk itu pemerintah akan memfokuskan pembangunan ekonomi di kawasan timur Indonesia, khususnya Papua.

"Masalah Papua itu kan masalah ketidakadilan. Akar masalahnya adalah pembangunan. Tetapi dengan nanti Presiden Jokowi akan memfokuskan pembangunan di wilayah timur, diharapkan nanti sedikit demi sedikit itu (kelompok sipil bersenjata) nanti akan berkurang," ungkap Tedjo.

Menkopolhukam menambahkan, kekuatan militer dari kelompok sipil bersenjata yang ingin memisahkan Papua dari Indonesia tidaklah besar.

"Sebetulnya sih tidak besar ya kekuatan mereka. Cuma ya itu mereka mengganggu-ganggu seperti itu. Kalau jaman penjajahan dulu kan kita jelas tahu mana musuh kita, tapi kalau ini kan ga jelas. Kadang kita lihat ada orang ngangkut pisang, ternyata separatis, kita kan ga tau juga," imbuhnya.

Peredaran Senjata Api di Papua Mengkhawatirkan

Sementara itu, Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Sutarman memastikan, peredaran senjata api di Papua sudah sangat mengkhawatirkan.

"Peredaran senjata (api) di Papua cukup besar. Dan ada senjata kita yang direbut oleh kelompok-kelompok sipil bersenjata. Ini menjadi tugas kita untuk terus memburu dan melakukan penangkapan terhadap para pelaku yang membawa senjata api," tuturnya.

Kapolri menambahkan, Polri akan bekerja sama dengan pihak terkait guna menangkap para pelaku penembakan ini.

Kapolri mengatakan, "Kita akan kerjasama dengan pihak terkait untuk memburu itu. Dan pelan-pelan beberapa diantaranya sudah ada yang kita lakukan penegakan hukum."

Pada Rabu (3/12) 2 anggota Brimob Polda di di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua tewas ditembak kelompok sipil bersenjata. Para anggota Brimob ini ditembak saat membantu persiapan perayaan Natal yang digelar oleh Pemda serta warga setempat.

XS
SM
MD
LG