Tautan-tautan Akses

Pemerintah Target Warga Sipil, Pekerja Sosial, Situasi Aleppo Makin Mengerikan


Tim penyelamat Suriah menyerahkan anak perempuan kepada seorang warga setelah berhasil diselamatkan dari runtuhan gedung setelah serangan udara di kawasan yang dikuasai pemberontak di Al-Shaar, Aleppo, 27 September 2016.

Tim penyelamat Suriah menyerahkan anak perempuan kepada seorang warga setelah berhasil diselamatkan dari runtuhan gedung setelah serangan udara di kawasan yang dikuasai pemberontak di Al-Shaar, Aleppo, 27 September 2016.

Pemerintah Suriah terus membombardir daerah-daerah yang dikuasai pemberontak di Aleppo selama akhir pekan membuat gencatan senjata yang ditengahi Amerika dan Rusia berantakan. Amerika mengecam Rusia karena mendukung rejim yang menarget warga sipil dan pekerja kemanusiaan.

Wartawan VOA Zlatika Hoke melaporkan bahwa truk-truk bantuan mencapai beberapa komunitas yang terkepung hari Minggu membawa makanan untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan sementara mereka yang di Aleppo tidak memiliki persediaan medis bahkan air minum.

Konvoi bantuan mengirimkan makanan ke empat kota hari Minggu (25/9): Madaya dan Zabadani di pedesaan Damaskus dan al-Foua dan Kefraya di daerah pedesaan Idlib. Operasi terkoordinasi oleh Badan Pangan Dunia dan Sabit Merah Arab-Suriah mencapai warga sipil yang terkepung di sana untuk pertama kalinya sejak bulan April.

Jakob Kern, Direktur Badan Pangan Dunia Suriah mengatakan, "Orang-orang di sini mengeluh musim dingin akan tiba. Mereka tidak punya pakaian, kayu bakar untuk masak. Mereka membakar karpet-karpet. Mereka membakar furnitur hanya untuk masak juga untuk penghangat badan."

Situasi lebih parah lagi di Aleppo, di mana warga sipil terjepit antara pasukan pemerintah yang didukung Rusia dan teroris yang memperebutkan kota strategis itu. Warga sipil, konvoi-konvoi kemanusiaan dan bahkan rumah sakit menjadi sasaran.

Menurut Elise Baker, Koordinator Riset Suriah untuk organisasi Physicians for Human Rights, "Kami bisa katakan tanpa keraguan bahwa lebih dari 90% serangan-serangan yang didokumentasikan oleh organisasi Dokter untuk HAM dilancarkan oleh pasukan pemerintah Suriah atau pasukan Rusia, sekutu mereka. Jelas bahwa pemberontak dan pasukan ISIS juga menyerang fasilitas-fasilitas medis. Serangan-serangan itu sama mengerikannya, lingkup dan skalanya jauh lebih kecil daripada serangan habis-habisan pemerintah Suriah terhadap rakyat dan infrastruktur kesehatannya sendiri."

Amerika mengecam Rusia karena perannya memperparah penderitaan warga sipil di Suriah. Juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest, hari Senin mengatakan pasukan pemerintah dan Rusia menarget organisasi-organisasi bantuan dan petugas tanggapan pertama yang membantu warga sipil di Aleppo.

"Ada juga serangan-serangan militer terhadap fasilitas yang memastikan bahwa warga sipil di Aleppo timur memperoleh akses air minum. Ide menyerang akses pasokan air minum bagi warga sipil, sangat keterlaluan," ujar Josh.

Vitaly Churkin utusan Rusia untuk PBB Minggu malam menuduh pemberontak Suriah menyabot perjanjian gencatan senjata.

Di Suriah ratusan kelompok dipersenjatai, wilayah negara itu di bom tanpa pandang bulu dan kini menciptakan perdamaian hampir mustahil dapat dilakukan.

PBB hari Senin mengatakan tingkat kengerian di Aleppo memuncak minggu ini ketika sekurangnya 213 warga sipil tewas, termasuk banyak di antaranya anak-anak. [my/ds]

XS
SM
MD
LG