Tautan-tautan Akses

Pemerintah: Tak Ada Ruang untuk Gerakan Hak LGBT


Para aktivis gay Indonesia berdemonstrasi di Jakarta untuk menuntut persamaan hak bagi kelompok LGBT. (Foto: Dok)

Para aktivis gay Indonesia berdemonstrasi di Jakarta untuk menuntut persamaan hak bagi kelompok LGBT. (Foto: Dok)

Aktivis LGBT terkemuka mengatakan pernyataan jubir presiden tidak mengejutkan namun hal itu menunjukkan bahwa "Presiden tidak memahami hak asasi manusia."

Pemerintah mengatakan hari Kamis (11/8) bahwa "tidak ada ruang" untuk gerakan lesbian, gay, biseksual dan transgender di negara ini, setelah kelompok Human Rights Watch mengkritik pemerintah karena gagal melindungi kelompok tersebut yang telah menghadapi serangan.

Komunitas LGBT secara luas ditolerir di Indonesia, terutama di daerah perkotaan. Namun orang-orang LGBT menghadapi serangan publik secara tiba-tiba ketika seorang menteri kabinet mengatakan bulan Januari bahwa kelompok LGBT seharusnya dilarang dari kampus-kampus universitas.

Komentar itu "meluap menjadi curahan ancaman dan kecaman" terhadap kelompok LGBT di Indonesia, mendorong peningkatan permusuhan dari keluarga dan tetangga dan memupuk stigmatisasi, menurut HRW dalam laporan yang dirilis Kamis.

Namun pemerintah membalas kritikan tersebut.

"Sebagai warga negara, siapa pun orang itu akan dilindungi haknya, tanpa melihat preferensi seksual," ujar juru bicara kepresidenan Johan Budi kepada Reuters dalam SMS.

"Namun jika LGBT berarti gerakan massal untuk mempengaruhi pihak-pihak lain untuk menjadi mereka, maka tidak ada ruang di sini."

Dede Oetomo, salah satu aktivis LGBT terkemuka dan pendiri kelompok hak LGBT GAYa NUSANTARA mengatakan pernyataan Johan tidak mengejutkan namun hal itu menunjukkan bahwa "Presiden tidak memahami hak asasi manusia."

Pada puncak serangan anti-LGBT, pihak berwenang melarang program-program televisi dan radio untuk menayangkan informasi terkait LGBT, dan seorang menteri mengatakan gerakan LGBT digunakan oleh pihak asing untuk mencuci otak rakyat Indonesia.

Sebuah pesantren untuk perempuan transgender juga dipaksa ditutup.

Kyle Knight, peneliti HRW untuk isu-isu LGBT, mengatakan kegagalan pihak berwenang untuk bertindak menciptakan "sanksi sosial dari tingkat tertinggi" dalam bentuk serangan dan ujaran kebencian.

"Hal ini memberi kesan bahwa kita bisa melakukannya dengan impunitas," ujar Knight dalam konferensi pers di Jakarta.

Memecah Tabu

Homoseksualitas tidak melanggar hukum di Indonesia, dan serbuan kecaman terhadap LGBT telah dilihat sebagai ujian terhadap sikap toleran negara ini terhadap kelompok tersebut.

"Saya tidak merasa aman melihat semua pernyataan-pernyataan 'akhiri LGBT' di media sosial. Saya merasa seperti anjing," ujar seorang pria berusia 25 tahun yang diwawancara HRW dan dikutip dalam laporan tersebut.

​Namun beberapa aktivis LGBT Indonesia melihat ada harapan di tengah kontroversi ini.

Aktivis Ryan Korbarri, 28, mengatakan serangan tersebut, yang ada di televisi dan surat kabar, mendorong rasa ingin tahu orangtuanya mengenai pekerjaannya di sebuah kelompok hak-hak LGBT.

"Mereka tidak tahu apa yang saya lakukan sebelumnya. Mereka lebih paham sekarang meskipun mereka meminta saya keluar dari pekerjaan saya. Saya katakan kepada mereka, ini cara hidup saya dan saya akan bertahan di sini," ujarnya kepada Thomson Reuters Foundation.

"Dulu ini adalah tabu tapi sekarang kita membicarakannya dengan terbuka. Banyak orangtua tidak sadar ada begitu banyak orang-orang LGBT sampai sekarang," tambar Ryan.

Dede Oetomo mengatakan kelompok-kelompok LGBT menderita kemunduran akibat serangan, termasuk kesulitan mendapatkan dana untuk kampanye advokasi tapi ia tetap optimistis.

"Isu ini menjadi terbuka, suka atau tidak. Ini isu nyata dan dibicarakan," ujarnya.

Namun Dede merasa khawatir, merujuk pada pengajuan uji material kepada Mahkamah Konstitusi oleh kelompok-kelompok anti-LGBT untuk mengkriminalkan seks konsensual antara orang-orang dewasa sesama jenis.

Ia mengatakan jika berhasil, hal tersebut akan menghasilkan konsekuensi-konsekuensi dengan "beberapa dekade perjuangan" di depan untuk aktivis-aktivis yang ingin melawan kriminalisasi tersebut. [hd]

XS
SM
MD
LG