Tautan-tautan Akses

Pemerintah Suriah Terima Minyak Mentah Jumlah Besar dari Irak


Para pekerja Irak tengah bekerja di kilang minyak Rumaila, dekat kota Basra, 550 kilometer tenggara Baghdad, Irak, 13 Desember 2009 (Foto: dok). Pemerintah Suriah dilaporkan telah menerima minyak mentah dalam jumlah cukup besar dari Irak melalui sebuah pelabuhan Mesir selama sembilan bulan terakhir.

Para pekerja Irak tengah bekerja di kilang minyak Rumaila, dekat kota Basra, 550 kilometer tenggara Baghdad, Irak, 13 Desember 2009 (Foto: dok). Pemerintah Suriah dilaporkan telah menerima minyak mentah dalam jumlah cukup besar dari Irak melalui sebuah pelabuhan Mesir selama sembilan bulan terakhir.

Pemerintah Suriah menerima minyak mentah dalam jumlah cukup besar dari Irak melalui sebuah pelabuhan Mesir selama sembilan bulan terakhir.

Dokumen-dokumen pelayaran dan pembayaran menunjukkan kegiatan perdagangan yang membuat tentara Suriah tetap berfungsi meskipun negara-negara Barat memberlakukan sanksi terhadap Suriah.

Pemerintahan Assad dimasukkan ke dalam daftar hitam negara-negara Barat karena perannya dalam perang saudara yang telah berlangsung dua setengah tahun, yang membuat Damaskus terpaksa mengandalkan sekutu strategisnya, Iran, yang juga menjadi target sanksi Barat terkait program nuklirnya, sebagai pemasok minyak mentah.

Puluhan dokumen pelayaran yang ditelaah kantor berita Reuters menunjukkan bahwa Iran tidak lagi bertindak sendirian, karena minyak mentah yang diangkut kapal-kapal tangki Iran berasal dari Irak, melalui perdagangan dengan Lebanon dan Mesir.

Dokumen-dokumen juga menunjukkan peran perusahaan Mesir, Irak, dan Lebanon dalam pemasokan minyak mentah ke Suriah, meskipun negara-negara itu memberlakukan larangan membantu pemerintahan Bashar al-Assad.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG