Tautan-tautan Akses

​Media pemerintah Suriah dan para aktifis mengatakan pasukan pemerintah menghalau pejuang oposisi dari kubu terakhir mereka pada hari Minggu (15/6).

Pejuang oposisi tersebut dihalau dari barat laut Suriah dekat perbatasan Turki. Pemerintah merebut dua desa dan memulihkan kontrol pemerintah di perbatasan itu.

Kemajuan militer itu sepenuhnya menghapus keberhasilan para pemberontak selama tiga bulan beroperasi di provinsi Latakia, wilayah pesisir yang merupakan tanah leluhur Presiden Bashar Assad.

Keberhasilan serangan balasan itu adalah pukulan terbaru bagi para pemberontak, yang telah menderita serangkaian kemunduran baru-baru ini dalam perang saudara yang sudah berlangsung lebih dari tiga tahun Suriah.

Faksi pemberontak Islam melancarkan serangan kejutan di Latakia pada bulan Maret, bergerak ke selatan dari perbatasan Turki untuk merebut serangkaian desa di daerah pegunungan yang subur.

Militer, yang mengkhawatirkan penyerbuan ke benteng pertahanan dukungan pemerintah, mengirim bala bantuan untuk menghadang kemajuan pemberontak dan akhirnya mengungguli pemberontak.

Kelompok HAM yang berbasis di Inggris, Syrian Observatory for Human Rights, mengatakan pada hari Minggu, setelah bentrokan berdarah berbulan-bulan, pasukan yang didukung para pejuang dari kelompok militer Syiah Lebanon, Hizbullah, merebut desa di tepi laut Samra sebelum juga menguasai desa Kassab dan perbatasan yang berdekatan.
XS
SM
MD
LG