Tautan-tautan Akses

Pemerintah Suriah Bebaskan 912 Tahanan dan Terus Berantas Oposisi


Pendukung Presiden Bashar al-Assad melakukan kirab di bundaran al-Sabaa Bahrat Damaskus, Suriah (28/11).

Pendukung Presiden Bashar al-Assad melakukan kirab di bundaran al-Sabaa Bahrat Damaskus, Suriah (28/11).

Meskipun menghadapi berbagai sanksi baru, Pemerintah Suriah tetap bersikeras menumpas pemberontakan posisi dengan kekuatan militer dan membebaskan 912 tahanan.

Suriah hari Rabu (30/11) membebaskan 912 orang tahanan, sementara pemimpin negara itu meneruskan penindakan maut terhadap pemrotes, walaupun telah dibanjiri sanksi yang baru.

Pemerintah mengatakan orang-orang yang dibebaskan terlibat dalam peristiwa terbaru, tetapi tidak tersangkut dengan pembunuhan yang berpangkal pada pergolakan oposisi dan penindakan pemerintah.

Para aktivis mengatakan bentrokan baru di Provinsi Daraa, menewaskan paling sedikit enam orang sipil dan tujuh tentara Suriah hari Rabu (30/11) ketika pasukan keamanan maju ke daerah itu.

Pimpinan organisasi HAM Syrian Observatory kepada VOA menyatakan bahwa pertempuran pecah di kota Dael dan para saksi mendengar ledakan kuat saat kendaraan tentara diledakkan.

Kekerasan terbaru terjadi sementara Suriah menghadapi rentetan sanksi internasional baru. Turki menghentikan semua urusan kredit keuangan dengan Damaskus hari Rabu dan membekukan asset pemerintah Suriah. Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan langkah tersebut termasuk pemutusan hubungan dengan bank sentral Suriah, melarang pengiriman senjata ke negara itu dan meghentikan persetujuan kerjasama strategis bilateral.

Washington menyambut baik tindakan Turki itu. Jurubicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih Tommy Vietor mengatakan bahwa kepemimpinan yang ditunjukkan oleh Turki sebagai tanggapan atas kekejaman dan pelanggaran hak azasi rakyat Suriah akan mengirim pesan yang kuat kepada Presiden Bashar al-Assad dan orang-orang yang dekat dengan Presiden tersebut bahwa tindakan mereka tidak dapat diterima dan tidak akan ditolerir.

Badan Islam terbesar di dunia, Organisasi Kerjasama Islam, hari Rabu mendesak Suriah agar bekerjasama dengan Liga Arab dan mengizinkan tim peninjau memasuki negara itu. Organisasi itu juga meminta kepada pihak berwenang Suriah agar segera menghentikan penggunaan kekuatan pasukan terhadap warganya sendiri.

XS
SM
MD
LG