Tautan-tautan Akses

Pemerintah Suriah Akan Izinkan Bantuan Kemanusiaan


Menteri Luar Negeri AS John Kerry (kiri) mendengarkan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov sebelum pertemuan dengan utusan PBB Lakhdar Brahimi di Paris (13/1). (AP/Pablo Martinez Monsivais)

Menteri Luar Negeri AS John Kerry (kiri) mendengarkan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov sebelum pertemuan dengan utusan PBB Lakhdar Brahimi di Paris (13/1). (AP/Pablo Martinez Monsivais)

Pemerintah Suriah berharap akan dapat mencapai persetujuan dengan oposisi untuk mendatangkan bahan pertolongan kepada warga sipil.

Menteri Luar negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan pemerintah Suriah mungkin akan mengizinkan bantuan kemanusiaan ke sebagian daerah pinggiran Damaskus yang terkepung.

Lavrov pada Senin (13/1) mengatakan pemerintah Suriah berharap akan dapat mencapai persetujuan dengan oposisi untuk mendatangkan bahan pertolongan kepada warga sipil di Ghuta Timur dan Yaemouk, serta pinggiran Aleppo, Baza’a.

Beberapa daerah Suriah sudah tidak dapat memperoleh pertolongan dari luar selama setahun.

Lavrov dan Menteri Luar negeri Amerika John Kerry bertemu di Paris Senin untuk merencanakan pembicaraan perdamaian Suriah pada 22 Januari di Jenewa.

Kerry mengatakan ia dan Lavrov membicarakan dua hal yang katanya dapat membuka jalan untuk keberhasilan di Jenewa. Hal tersebut antara lain kemungkinan gencatan senjata di Aleppo dan pertukaran tawanan.

Tetapi, kedua menteri luar negeri belum memutuskan apakah mengundang Iran ke pembicaraan itu. Mediator internasional Lakhdar Brahimi mengatakan Iran adalah negara yang sangat penting di kawasan itu dan hendaknya turut menghadirinya.

Rusia juga menghendaki Iran pada pembicaraan itu. Tetapi, Amerika Serikat telah mengatakan Iran harus mendukung pemerintahan transisi di Suriah, yang kemungkinan akan menyingkirkan Presiden Bashar al-Assad.
XS
SM
MD
LG