Tautan-tautan Akses

Pemerintah Siap untuk Evakuasi Udara WNI di Mesir

  • Wella Sherlita

Sebagian TKI yang menginap di tempat penampungan sementara di KBRI, Kairo (foto: dok 2009).

Sebagian TKI yang menginap di tempat penampungan sementara di KBRI, Kairo (foto: dok 2009).

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuk mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda untuk mengkoordinasi pemulangan 6.000 lebih WNI di Mesir. Pesawat pertama berangkat ke Kairo, Senin malam.

Mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda akan memimpin satuan tugas khusus untuk mengevakuasi sekitar 6.000 WNI di Mesir, menyusul kerusuhan politik di sana yang kian gawat. Sementara itu, Wakil Kepala Staf AU Marsekal Madya Sukirno akan membantu Hassan Wirajuda untuk seluruh proses pengamanan dan mobilisasi dari tanah air hingga tiba di Kairo, dan sebaliknya.

Tim awal akan segera berangkat pada Senin malam dengan pesawat jet Garuda Indonesia jenis Boeing 747, berkapasitas 400 orang. Tim ini akan siap dengan logistik dan obat-obatan, mengingat Kairo semakin minim dalam pengadaan bahan makanan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjelaskan kepada pers, Senin sore, rincian pengiriman tim ini.

“Di dalam satgas ada elemen-elemen yang diperlukan; dari Kementerian Perhubungan, dari Kementerian Hukum dan HAM untuk imigrasinya, dari Kementerian Kesehatan untuk kepentingan perawatan dan pengobatan, dan unsur-unsur lain yang diperlukan dalam pengamanan evakuasi. Kita akan gunakan penerbangan Garuda Indonesia dan penerbangan non-Garuda Indonesia yang sekarang sedang dimobilisasi, dan saya ingin kalau bisa berangkat malam ini, kita berangkat.”

Tampak luar KBRI di Kairo (foto: dok).

Tampak luar KBRI di Kairo (foto: dok).

Kesibukan terlihat di ruang rapat kepresidenan segera setelah Presiden mengeluarkan instruksi. Unsur militer dalam jumlah terbatas juga ikut dilibatkan, untuk ikut memperlancar evakuasi udara ini. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Radjasa, mengatakan kepada VOA, dana evakuasi diambil dari anggaran Kementerian Keuangan, namun berapa besaran persisnya tidak ia sampaikan.

Hassan Wirajuda menilai, satu hal yang menjadi kendala adalah pemblokiran jalan-jalan oleh pasukan militer Mesir, serta pemberlakuan jam malam. Tentunya, evakuasi akan sangat bergantung pada situasi ini.

Ia menambahkan, ada ada tiga titik pengumpulan warga Indonesia; yaitu Nasr City, satu kawasan terdekat dengan bandara, lalu kantor KBRI Kairo yang berlokasi di daerah Tahrir Square, dan Sekolah Indonesia di bagian utara Kairo.

“Titik pengumpulan utamanya di Nasr City, umumnya mahasiswa kita itu di sana dan relatif dekat dengan bandara. Posko informatif sebetulnya ada 30 tetapi tiga posko utama, yaitu Nasr City, kedua di KBRI lokasinya di Tahrir Square yang sekarang sudah penuh dengan ribuan pendemo dan Sekolah Indonesia di utara Kairo. Idealnya untuk keluarga berkumpul di Nasr City," jelas Hassan Wirajuda.

Satu hal yang masih ditunggu adalah izin pendaratan dari otoritas bandara di Kairo, karena banyak negara yang mengirimkan pesawat untuk melakukan evakuasi kepada warga negaranya masing-masing. Namun, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa optimis tim evakuasi dapat segera diberangkatkan Senin malam.

Lewat jalur udara, Jakarta-Kairo akan berjarak tempuh sekitar sembilan jam. Pemerintah akan memprioritaskan anak-anak dan perempuan untuk diangkut lebih dahulu.

XS
SM
MD
LG