Tautan-tautan Akses

Pemerintah Sediakan 20 Trilyun bagi UKM agar Mampu Tembus Pasar Ekspor


Menteri Koperasi dan UKM, Sjarifuddin Hasan
Menteri Koperasi dan UKM, Sjarifuddin Hasan

Menurut Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan, kredit usaha yang disalurkan kepada pelaku UKM akan diterima dengan utuh.

Menteri Koperasi dan UKM (Usaha Kecil dan Menengah) Sjarifuddin Hasan mengatakan pihaknya mulai menyalurkan dana senilai Rp 20 trilyun (Rupiah), terutama kepada para pelaku UKM dalam bentuk Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pihak Kementerian Koperasi berjanji akan menyiapkan insentif khusus bagi para pelaku UKM yang mampu menembus pasar ekspor tahun ini (2011)

Menurut Sjarifuddin Hasan memastikan bahwa kredit usaha yang disalurkan kepada pelaku UKM akan diterima dengan utuh. Ia mengatakan, “Rp 20 Trilyun, tahun 2011 ini akan disalurkan kepada masyarakat. Dan saya tau pasti akan kita salurkan dengan utuh.”

Menteri Sjarifuddin Hasan berbicara Sabtu malam (15/1), sekaligus meresmikan kegiatan pameran dua hari, produk-produk UKM di Silang Monas Jakarta Pusat. Tampak hadir mendampingi Menteri, Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto, perwakilan pihak swasta, pengurus asosiasi dan para pelaku UKM peserta pameran.

Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan menegaskan, bahwa pemerintah tetap pada komitmennya memberikan kemudahan bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam memperoleh kredit usaha.

Hasan mengatakan, “Para pelaku usaha UKM dan Koperasi tidak dibutuhkan lagi yang namanya jaminan. Yang menjadi jaminannya adalah usahanya sendiri."

Sementara, Wakil Gubernur DKI Prijanto optimis, dengan dukungan penuh pemerintah pusat, peran serta sektor swasta dan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dalam membantu para pelaku UKM di seluruh Indonesia produk UKM akan bangkit, muncul dengan berbagai produk ekspor unggulan, sehingga mampu bersaing di pasar global.

Menurut Prijanto, “Pemerintah berikan kemudahan-kemudahan. Para pengusaha lokal melalui tanggungjawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility) ikut membantu pelaku UKM, termasuk komitmen tenaga kerja sektor UKM yang memahami perusahaan bisa maju karena disiplin dan rajin.”

Dengan bantuan kredit, UKM seperti usaha batik diharapkan mampu menembus pasar internasional.
Dengan bantuan kredit, UKM seperti usaha batik diharapkan mampu menembus pasar internasional.

Beberapa peserta pameran produk UKM di Monas, sebagian besar merupakan pelaku UKM yang telah menembus pasar ekspor.

Pelaku UKM Sektor Usaha Tenun Tradisional Jepara, Jawa Tengah Ani Faelashi mengatakan, ia bertekad melipatgandakan ekspornya kie sejumlah negara, terutama di kawasan ASEAN, Jepang, Korea dan Timur Tengah.

Ani mengatakan, khusus permintaan tenun Jepara ke pasar Amerika meningkat tajam, pasca kunjungan presiden Obama ke Indonesia November tahun lalu.

“Ke Amerika kemarin itu kita kirim 750 meter. Ini tenun tradisional ATBM (alat tenun bukan mesin),” demikian menurut Ani.

Beberapa kalangan pelaku UKM, mendesak pemerintah mempermudah prosedur ekspor kepada mereka. Yulin Afroditha, yang merintis UKM berbagai bentuk asesoris dan pernik Bali mengatakan, “Kita aktif berbagai pameran lokal tiap bulan diantaranya dari Asosiasi Perempuan Jerman . Permintaan Alhamdulillah ada, cumin Kita sedang usahakan untuk ekspornya, prosedur susah, banyak birokrasinya. Dipermudah, dipangkas birokrasinya.”

Indonesia berkomitmen sejak 2009 lalu hingga 2014, akan menyalurkan dana Rp100 triliun (Rupiah) bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melalui program KUR (Kredit Usaha Rakyat). Data Kementerian Koperasi dan UKM menyebutkan saat ini jumlah jumlah koperasi dan UKM mencapai 53 juta di Indonesia.

XS
SM
MD
LG