Tautan-tautan Akses

Pemerintah Republik Afrika Tengah Khawatirkan Kedatangan Misi Perdamaian PBB Terlalu Terlambat


Anggota DK PBB bertemu membicarakan krisis di Republik Afrika Tengah di Markas PBB New York (6/3).

Anggota DK PBB bertemu membicarakan krisis di Republik Afrika Tengah di Markas PBB New York (6/3).

Pemerintah Republik Afrika Tengah mengatakan otorisasi PBB untuk pengiriman pasukan penjaga perdamaian sejumlah hampir 12.000 anggota merupakan “awal yang baik ,” tetapi mempertanyakan ketepatan waktu misi itu.

Juru bicara pemerintah Gisele Bedan mengatakan ia khawatir dengan 15 September sebagai tanggal digelarnya pasukan PBB .

Dalam wawancara dengan VOA, ia menyatakan keprihatinan bahwa tanggal dimulainya penggelaran pasukan PBB ke Republik Afrika Tengah itu terlalu lama dari sekarang.

Hari Kamis, Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat setuju untuk mengirim 10.000 tentara dan 1.800 polisi ke Republik Afrika Tengah dalam upaya untuk mengakhiri kekerasan antar-agama yang telah menewaskan ribuan orang dan memaksa sejuta orang melarikan diri dari tempat tinggal mereka.

Saat ini ada sekitar 6.000 tentara Uni Afrika dan 2.000 Tentara Perancis di Republik Afrika Tengah, tetapi mereka tidak mampu mengatasi kekerasan.

Hari Jumat, badan pengungsi PBB mengatakan "sangat prihatin" dengan laporan-laporan bahwa milisi anti-Balaka yang sebagian besar beragama Kristen menyerang warga sipil yang beruaha untuk meninggalkan negara itu .

Juru bicara Badan itu Melissa Fleming mengatakan selama dua minggu ini pengungsi Republik Afrika Tengah telah berdatangan di negara tetangga Kamerun dengan luka-luka senjata api dan parang.

XS
SM
MD
LG