Tautan-tautan Akses

Pemerintah dan Oposisi Suriah Mulai Perundingan Perdamaian Babak Kedua


Utusan PBB dan Liga Arab, Lakhdar Brahimi (Foto: dok).

Utusan PBB dan Liga Arab, Lakhdar Brahimi (Foto: dok).

Para delegasi dari pemerintah Suriah dan oposisi terhadap Presiden Bashar al-Assad berada di Jenewa untuk lanjutan perundingan perdamaian.

Utusan PBB-Liga Arab Lakhdar Brahimi melanjutkan perannya sebagai mediator dan mengadakan pertemuan terpisah dengan kedua belah pihak hari Senin. Perundingan itu dilakukan menyusul perundingan putaran pertama bulan lalu yang tidak menghasilkan kemajuan besar, tapi disebut Brahimi sebagai “awal yang sederhana" untuk dibangun.

Kesenjangan yang besar masih ada dalam berbagai isu mulai dari kemungkinan pembentukan pemerintahan transisi sampai akses bantuan kemanusiaan ke wilayah-wilayah yang terkepung.

Ujar pengamat politik Yordania, Majid, "Konferensi Jenewa telah membuat pemerintah duduk dan berunding. Sebelum konferensi itu pemerintah bahkan tidak mengakui keberadaan oposisi, Koalisi Nasional Suriah atau posisi politik koalisi. Tapi sekarang pemerintah telah mengakui keberadaan mereka dan bersedia untuk duduk dan berunding dengan mereka."

Status warga sipil di Homs yang hancur akibat perang adalah bagian dari perundingan putaran pertama, dan pekan lalu Suriah mencapai kesepakatan gencatan senjata tiga hari dengan PBB untuk mengizinkan penyaluran bantuan ke kota itu.

Gubernur Homs mengatakan 600 orang dievakuasi hari Minggu dari wilayah yang dikuasai pemberontak. Para pekerja dari PBB dan Bulan Sabit Merah Suriah menyelamatkan mereka itu.

Koordinator Kemanusiaan PBB di Suriah, Yacoub el Hillo, mengatakan, "Ketika kami berada di kota tua itu selama sembilan atau sepuluh jam kemarin, gencatan senjata tersebut dilanggar langsung dan terus menerus."

Ujarnya, "Hari ini kami terus mengevakuasi warga sipil melalui wilayah Qarabis di dekatnya. Pada akhirnya kita akan mengetahui jumlah warga sipil yang memutuskan untuk keluar dengan fasilitas dari kedua belah pihak, pemerintah dan oposisi. Kami harap bisa membantu warga sipil sebanyak-banyaknya."

Meskipun demikian, para saksi mata mengatakan sejumlah perempuan dan anak-anak yang berupaya meninggalkan kota itu tewas dan terluka terkena mortir.

Koordinator Bantuan Darurat PBB Valerie Amos mengatakan ia kecewa dengan laporan bahwa para pekerja bantuan sengaja ditarget. Dia mengatakan itu mengingatkan akan bahaya yang dihadapi warga sipil dan pekerja bantuan setiap hari di Suriah.

Blokade Homs selama setahun oleh pasukan pemerintah Suriah telah menyebabkan kelangkaan pangan yang parah, dan PBB mengatakan 2.500 orang telah terlantar sejak pertengahan 2012.

Lebih dari 130.000 orang telah tewas dan 9 juta terpaksa meninggalkan rumah mereka sejak konflik dimulai pada tahun 2011.
XS
SM
MD
LG