Tautan-tautan Akses

ICC Upayakan Penyerahan Diri Saif al-Islam Gaddafi

  • Scott Stearns

Foto Saif al-Islam Gaddafi di Tripoli, 23 Agustus yang lalu. Putra tertua mendiang Gaddafi ini diyakini sedang melarikan diri ke Niger (foto:dok).

Foto Saif al-Islam Gaddafi di Tripoli, 23 Agustus yang lalu. Putra tertua mendiang Gaddafi ini diyakini sedang melarikan diri ke Niger (foto:dok).

Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC) sedang mengusahakan penyerahan diri Saif al-Islam Gaddafi yang kemungkinan sedang menuju Niger untuk melarikan diri.

Saif al-Islam Gadhafi telah melarikan diri sejak dia dan ayahnya, mendiang pemimpin Libya Muammar Gadhafi, keluar dari Tripoli bulan Agustus lalu. Jaksa ICC mengatakan sedang berusaha mengatur penyerahan dirinya atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan. Pemerintah sipil baru di Niger mengatakan akan menyerahkan putra tertua Gaddafi kepada ICC apabila ia tiba di negara itu.

Selama pergolakan Libya, beberapa konvoi sekutu-sekutu Gaddafi telah dibiarkan menyebrang ke Niger atas apa yang disebut pemerintah Niger untuk alasan-alasan kemanusiaan.

Habi Mahamadou Salissou adalah pejabat senior pemerintah koalisi Niger. Dia mengatakan menyerahkan diri merupakan pilihan terbaik bagi Saif al-Islam."Jika ICC bisa berbicara dengan Saif al-Islam, yang terbaik adalah apabila Saif menyerahkan diri atas kemauannya sendiri, daripada dikejar dan ditangkap warga Libya, yang akan membunuhnya, seperti yang mereka lakukan terhadap ayah dan adiknya", kata Salissou.

Salissou mengatakan pemerintah Niger tidak tahu dimana Saif al-Islam bersembunyi, tetapi jika ia berada di Niger, pemerintah akan membahas upaya penyerahannya kepada ICC. "Karena Niger adalah anggota ICC, negara itu berkewajiban menghormati komitmennya. Tetapi Niger akan melaksanakan hal itu sambil melindungi semua orang yang berada di negara itu," ungkap Salissou kepada VOA.

Moammar Gaddafi tetap populer diantara etnis Tuareg di Niger dan Mali. Banyak anggota suku ini menjadi anggota pasukan Gaddafi. Mendiang Gaddafi mendukung dan membantu perundingan yang mengakhiri pemberontakan suku Tuareg melawan pemerintah Niger dan Mali.

Kedua negara mengatakan bekerjasama dengan pemimpin sementara Libya untuk mengatur pemulangan tentara Gaddafi suku Tuareg ke Libya. Beberapa kelompok besar warga Tuareg bersenjata yang melarikan diri dari Libya meningkatkan kekhawatiran akan ketidakstabilan baru diwilayah Niger Utara dan Mali termasuk penyebaran senjata kepada kelompok-kelompok teroris terkait al-Qaida di gurun Sahel.

XS
SM
MD
LG