Tautan-tautan Akses

Pemerintah Masih Waspadai Virus Flu Burung

  • Fathiyah Wardah

Pemberantasan unggas yang diduga terjangkit flu burung di Indonesia (foto: dok. tahun 2007).

Pemberantasan unggas yang diduga terjangkit flu burung di Indonesia (foto: dok. tahun 2007).

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan masih terus mewaspadai virus flu burung karena saat ini masih banyak ternak unggas yang belum terbebas dari virus ini.

Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih menyatakan pihaknya masih mewaspadai virus flu burung. Menurutnya, pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Kesehatan terus melakukan koordinasi dengan berbagai Kementerian yang terlibat penanganan penyebaran flu burung, misalnya Kementerian Pertanian.

Koordinasi ini penting untuk memantau kesehatan unggas di Indonesia. Selain itu, pihaknya kata Endang Rahayu akan meningkatkan kualitas ruang isolasi di rumah sakit rujukan flu burung.

Dari data kementerian kesehatan, kasus flu burung pada tahun 2010 sebanyak sembilan kasus sedangkan pada tahun 2011 sebanyak 11 kasus. "Flu burung tentu saja ada saja kemungkinannya untuk naik. Kita tetap antisipasi artinya kebersihan dan sanitasi peternak. Ada 10 rumah sakit yang ada kamar isolasinya atas bantuan WHO waktu itu, itu juga kita lengkapi," demikian ujar Endang Rahayu.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama mengakui flu burung belum sepenuhnya hilang dari Indonesia. Sejauh ini penyakit flu burung kata Tjandra hanya ditularkan dari unggas ke manusia.

Tjandra menegaskan, Indonesia adalah negara endemis flu burung. Itu artinya penyakit yang berbahaya ini belum sepenuhnya hilang dari Indonesia. Sehingga untuk mengantisipasi penyakit ini, Tjandra memastikan berbagai program pencegahan terus berjalan hingga kini termasuk merubah pola hidup masyarakat misalnya cuci tangan menggunakan sabun.

Lebih lanjut Tjandra menyatakan dari 33 provinsi yang ada, kurang dari separuh di antaranya, ternak unggasnya belum terbebas dari virus flu burung.

"Karena ini menular dari unggas ke manusia maka tentu saja sepanjang pada unggas masih ada flu burung maka kemungkinan manusia kena itu masih mungkin ada. Di unggas memang masih ada, saya kira sekitar 70an persen provinsi ada unggas yang positif, mungkin lebih. Tadinya dari 33 provinsi hanya tiga yang bebas tapi sekarang sudah tambah lagi yang bebas, tapi belum separuh provinsi yang bebas unggas. Penularan flu burung saat ini adalah penularan dari unggas ke manusia, tidak ada bukti ilmiah dilapangan menyebutkan terjadi penularan dari manusia ke manusia," ungkap Tjandra.

Sebelumnya, peneliti dari Laboratorium Pusat Penelitian Flu Burung Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya berhasi menciptakan bibit vaksin flu burung untuk manusia setelah melakukan riset selama enam bulan.

Deputi Kesehatan dari Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat Emil Agustiono mengatakan, Indonesia siap memproduksi vaksin H5N1 dengan adanya penyerahan bibit vaksin flu burung itu dari Universitas Airlangga, Surabaya.

Emil Agustiono menjelaskan, "Pemerintah Indonesia telah mempersiapkan pembuatan vaksin H5N1 pada manusia. Saat ini seed vaccine-nya sudah dibuat oleh UNAIR (Universitas Airlangga, red.) dan dilanjutkan kepada direksi bio farma untuk diproduksi nantinya setelah melalui berbagai macam uji klinik."

Angka penderita flu burung di Indonesia termasuk yang tertinggi di dunia. Sejak 2005 hingga 2011, tercatat 182 kasus flu burung yang mengakibatkan 150 orang meninggal dunia. Salah satu kasus terbaru adalah meninggalnya tiga orang akibat flu burung di Bali pada Oktober tahun lalu meski sudah mendapat perawatan di Rumah Sakit Sanglah, Denpasar.

XS
SM
MD
LG