Tautan-tautan Akses

Pemerintah Kurdi di Irak: ISIS Gunakan Senjata Kimia di Irak Utara


Dewan Keamanan Wilayah Kurdistan (KRSC) meninjau lokasi pemboman senjata kimia antara Mosul, Irak dan perbatasan Suriah (14/3).

Dewan Keamanan Wilayah Kurdistan (KRSC) meninjau lokasi pemboman senjata kimia antara Mosul, Irak dan perbatasan Suriah (14/3).

Dewan Keamanan Wilayah Kurdistan merilis pernyataan hari Sabtu (14/3) yang menuduh digunakannya gas klorin dalam serangan bom bunuh diri Januari lalu di Irak utara.

Pemerintah Kurdi di Irak mengatakan mereka memiliki bukti bahwa militan ISIS menggunakan senjata kimia untuk melawan pasukan Peshmerga Kurdi. Dewan Keamanan Wilayah Kurdistan merilis pernyataan hari Sabtu (14/3) yang menuduh digunakannya gas klorin dalam serangan bom bunuh diri Januari lalu di Irak utara.

Pernyataan itu menyebutkan analisis laboratorium mendapati adanya jejak klorin dalam sampel dari lokasi serangan. Kurdi mengatakan laboratorium itu adalah mitra negara dalam koalisi pimpinan Amerika yang memerangi kelompok ISIS. Tetapi mereka tidak mengidentifikasi negara atau laboratorium itu. Menurut pernyataan itu, bom bunuh diri pada 23 Januari terjadi di jalan antara Mosul, kota yang dikuasai ISIS, dan perbatasan Suriah.

Kelompok ISIS selama ini dicurigai menggunakan klorin dalam serangan-serangan sebelumnya di Irak dan Suriah. Tuduhan hari Sabtu oleh pemerintah Kurdi itu tidak bisa dikukuhkan secara independen.

Tuduhan itu datang sementara ribuan tentara Irak dan anggota milisi Syiah yang didukung Iran untuk hari kedua menghentikan upaya mereka merebut kembali kota Tikrit dari kelompok ISIS. Penembak jitu ISIS, bom-bom pinggir jalan dan jebakan telah mehambat serangan, yang telah berhasil merebut beberapa daerah.

Para komandan militer dilaporkan sedang merencanakan strategi guna merebut kembali kota tersebut.

XS
SM
MD
LG