Tautan-tautan Akses

Pemerintah Kirim Ratusan Pasukan untuk Padamkan Kebakaran Hutan


Tentara Indonesia menggunakan kacamata renang untuk melindungi matanya dari asap saat membantu memadamkan kebakaran hutan di desa Parit Indah, Kampar, Riau (8/9). (Reuters/YT Haryono)

Tentara Indonesia menggunakan kacamata renang untuk melindungi matanya dari asap saat membantu memadamkan kebakaran hutan di desa Parit Indah, Kampar, Riau (8/9). (Reuters/YT Haryono)

Sumatera Selatan, salah satu dari pusat kebakaran hutan, telah melaporkan 22.585 kasus infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) sejak Jumat.

Pemerintah akan mengirimkan lebih dari 1.000 pasukan untuk memadamkan kebakaran hutan di Sumatera bagian selatan, di mana asapnya telah membuat ribuan orang menjadi sakit, penerbangan ditunda dan kualitas udara di Singapura dan Malaysia jatuh ke tingkat tidak sehat.

Pemerintah sebelumnya telah berjanji akan mengakhiri kebakaran hutan musiman, tapi selalu gagal menghentikan kabut asap, yang disebabkan oleh pembakaran untuk pembukaan lahan di Sumatera dan Kalimatan, di mana wilayah besar konsesi hutan dipegang oleh perusahaan-perusahaan pulp dan kertas serta minyak kelapa sawit.

Pasukan-pasukan tersebut akan dikirim ke provinsi Sumatera Selatan dan Jambi, dua dari tempat kebakaran utama, menurut Badan Penaggulangan Bencana Nasional (BNPB), Jumat (11/9).

Jika diperlukan, badan tersebut akan mengirimkan helikopter tambahan untuk membantu memadamkan api dengan bom air.

"Kami telah memobilisasi sumber-sumber daya nasional untuk memadamkan api," ujar kepala BNPB yang baru dipilih, Willem Rampangilei, dalam pernyataan tertulis.

Sumatera Selatan, salah satu dari pusat kebakaran hutan, telah melaporkan 22.585 kasus infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) sejak Jumat.

Pada akhir pekan, Indeks Standar Polutan di Singapura naik ke 248, atau "sangat tidak sehat", atau satu tingkat di bawah kategori polusi udara tertinggi di indeks itu yaitu "berbahaya."

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG