Tautan-tautan Akses

Pemerintah Kamboja Tahan Sejumlah Aktivis


Tep Vanny (tengah), aktivis hak perumahan dan isu penggusuran paksa, ditahan setelah melakukan aksi unjuk rasa di Phnom Penh (foto: dok).

Tep Vanny (tengah), aktivis hak perumahan dan isu penggusuran paksa, ditahan setelah melakukan aksi unjuk rasa di Phnom Penh (foto: dok).

Sedikitnya lima aktivis hak perumahan di Kamboja sempat ditahan hari Senin (6/1), sementara penumpasan pemerintah terhadap demonstrasi terus berlanjut.

Di antara para aktivis yang ditahan adalah Tep Vanny, aktivis yang lantang menyerukan hak perumahan dan isu penggusuran paksa di Kamboja, dan Yorm Bopha, tokoh masyarakat yang baru-baru ini bebas setelah ditahan lama.

Kelima demonstran itu ditahan selama berjam-jam setelah memimpin protes di depan Kedutaan Besar Perancis, di mana mereka hendak menyampaikan petisi pembebasan para tokoh dan aktivis buruh yang ditahan.

Kelimanya kemudian dibebaskan setelah menandatangani surat pernyataan untuk berhenti demonstrasi.

Tetapi setelah dibebaskan, Tep Vanny mengatakan kepada VOA siaran bahasa Khmer bahwa ia akan berhenti berdemonstrasi hanya dalam dua kondisi: kematian atau keadilan.

Banyak demonstran berasal dari kawasan danau Boeung Kak, yang telah memprotes penggusuran paksa sejak 2008.
XS
SM
MD
LG