Tautan-tautan Akses

Pemprov Jawa Timur Bantu Petani Untuk Giatkan Penggunaan Pupuk Organik

  • Petrus Riski

Pemprov Jatim menghibahkan 200 buah granulator kepada petani. (07/10)

Pemprov Jatim menghibahkan 200 buah granulator kepada petani. (07/10)

Indonesia pernah mencapai swasembada pangan pada tahun 1985, dimana penggunaan pupuk kimia serta penanaman padi jenis unggul juga digiatkan, untuk memenuhi target swasembada beras. Setelah sekian puluh tahun penggunaan pupuk kimia, tingkat kesuburan tanah justru semakin menurun, bahkan ada yang tidak bisa lagi ditananmi. Lima tahun terakhir penggunaan pupuk organik mulai dimasyarakatkan kembali. Penggunaan pupuk organik diyakini akan mengembalikan kesuburan tanah serta meningkatkan kembali produksi pertanian.

Pemerintah Propinsi Jawa Timur memberikan bantuan hibah alat pertanian berupa Chopper dan Granulator, sebanyak hampir 2000 unit kepada petani di Jawa Timur. Bantuan ini diharapkan dapat membantu petani memproduksi pupuk organik sendiri dengan harga yang terjangkau, sehingga perlahan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

Suwarno, petani produsen pupuk organik asal Desa Pedalawak, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang mengutarakan, penggunaan Chopper dan Granulator sangat membantu pemenuhan kebutuhan pupuk organik yang banyak diminati petani.

Ia mengatakan, "Rata-rata (kebutuhan) sekitar 100, 120 ton, kadang sempat itu 2 bulan, itu 200 ton pernah juga banyak pesanan, mungkin dari hutbun, mungkin dari lingkungan hidup, mungkin dari pertanian, mungkin dari petani sendiri.”

Pemakaian pupuk organik dirasa sangat penting bagi hasil pertanian, terutama pada lahan yang sudah dianggap tidak subur lagi oleh petani. Hadi Suryanto, anggota Kelompok Tani Desa Tejo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang menuturkan, hasil pertanian jauh lebih baik dengan menggunakan pupuk organik, dibandingkan penggunaan pupuk kimia

“Kalau disini ya bisa sampai 1,2 – 1,3 ton per 100 seru, 100 seru itu luasannya 1450 meter, itu menghasilkan 1,2 – 1,3 ton gabah kering sawah. Kalau dibandingkan sebelumnya kita produksinya 8 kuintal, 9 kuintal,” ujar Suryanto

Kepala Dinas Pertanian Propinsi Jawa Timur, Wibowo Ekoputro menegaskan, upaya mengembalikan kesuburan tanah dengan menggunakan pupuk organik, secara perlahan akan mengurangi ketergantungan petani akan pupuk kimia.

Ia mengatakan, “(Itu untuk) mengoptimalkan fungsi mikro organisme yang ada di lahan sehingga aplikasi di musim pertama ini baru akan berdampak pada musim ke tiga. kalau pertanyaan efektifitas, saya membandingkannya adalah bagaimana alokasi pupuk kimia yang di Jatim yang tidak terserap per bulan. Evaluasi kita sampai dengan September ini itu ada pengurangan penggunaan pupuk kimia atau pupuk unorganik itu 32 persen, itu terdiri dari Urea, SP36, NPK dan ZA.”

Wibowo Ekoputro menambahkan, dengan pemakaian pupuk organik secara intensif kesuburan tanah dapat dikembalikan, produksi pertanian dapat ditingkatkan, serta kesejahteraan petani juga semakin baik.

XS
SM
MD
LG