Tautan-tautan Akses

Pemerintah Minta Jack Ma dari Alibaba Jadi Penasihat 'e-Commerce'


Kepala Alibaba Group China Jack Ma dalam diskusi panel Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, 2015. (AP/Michel Euler)

Kepala Alibaba Group China Jack Ma dalam diskusi panel Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, 2015. (AP/Michel Euler)

Pemikiran di belakangnya adalah untuk membuat posisi Indonesia di pasar internasional lebih menonjol, ujar Menkominfo Rudiantara.

Pemerintah telah meminta kepala Alibaba Group Holding Ltd di China, Jack Ma, untuk bertindak sebagai penasihat dalam pengembangan industri perdagangan berbasis internet atau e-commerce yang masih baru di Indonesia, menurut sebuah video yang dirilis pemerintah.

Indonesia memiliki populasi muda yang melek internet, dan pasar e-commerce yang berkembang dan semakin menarik investor global.

Awal tahun ini, Alibaba membeli saham di peritel Lazada Group dengan nilai sekitar US$1 miliar, sementara sebuah kelompok investor yang dipimpin perusahaan ekuitas KKR & Co LP dan Warburg Pincus LLC menyuntikkan lebih dari $550 juta kepada perusahaan rintisan transportasi Go-Jek.

Untuk mendorong pertumbuhan dalam industri e-commerce, pemerintah membentuk "dewan pengawas" yang terdiri dari 10 kementerian yang telah meminta Jack Ma untuk jadi penasihat, menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

"Pemikiran di belakangnya adalah untuk membuat posisi Indonesia di pasar internasional lebih menonjol," ujar Rudiantara dalam sebuah video yang dirilis Sekretariat Negara.

Rudiantara termasuk dalam delegasi Presiden Joko Widodo untuk menghadiri KTT G20 di Hangzhou, China.

Seorang juru bicara Alibaba mengukuhkan bahwa Ma telah diminta untuk jadi penasihat dewan pengawas e-commerce Indonesia, namun menolak untuk mengatakan apakah ia telah menerima tawaran tersebut. [hd]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG