Tautan-tautan Akses

Pemerintah Indonesia Berharap Hasil KTT ASEAN-AS Segera Ditindaklanjuti


Presiden Joko Widodo menyampaikan hasil KTT ASEAN-AS di bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 19 Februari 2016.(Foto: biropers/kepres)

Presiden Joko Widodo menyampaikan hasil KTT ASEAN-AS di bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 19 Februari 2016.(Foto: biropers/kepres)

Gagasan pesan perdamaian dari Pemerintah Indonesia disambut baik negara peserta KTT ASEAN – Amerika Serikat dan seluruh perusahaan media sosial.

Presiden Joko Widodo mengharapkan adanya komitmen perdamaian dan kesejahteraan bagi masyarakat dunia sebagaimana hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Amerika Serikat. Hal itu disampaikan Presiden di Bandar Udara Halim Perdana Kusuma Jakarta Jumat (19/2), usai menghadiri KTT ASEAN-AS di Amerika Serikat.

"Hasil dari KTT ini harus bermanfaat, bagi perdamaian dan kesejahteraan. Baik untuk Indonesia, ASEAN, dan untuk dunia," kata Presiden Joko Widodo.

Presiden menyatakan, telah menyampaikan langsung pesan perdamaian itu ketika menjadi pembicara dalam KTT ASEAN-AS.

"Pesan perdamaian juga telah kita tekankan dalam KTT tersebut. Ketika saya menjadi pembicara pertama dalam pembahasan isu kontra teroris (counter terrorism), lanjut Presiden Jokowi.

Dalam KTT ASEAN-Amerika Serikat itu lanjut Presiden, juga disampaikan pentingnya peran sosial media dalam menghadapi gerakan kelompok ekstrimis dan teroris. Presiden juga menyampaikan, fakta penyebaran paham radikal serta ajakan bergabung dengan kelompok teroris lintas negara (Foreign Terrorist Fighters - FTF) yang sering dilakukan melalui media sosial.

Tidak hanya dalam forum KTT ASEAN-AS, saat berada di Sillicon Valley California Amerika Serikat, dalam pertemuan dengan industri sosial media di Amerika Serikat, Presiden Joko Widodo juga mengajak untuk menyebarkan nilai perdamaian dan toleransi melalui media sosial.

"Pesan damai ini juga kita tindaklanjuti, pada saat kunjungan ke Sillicon Valley. Kita mengajak industri sosial media untuk bergabung dengan kita, dalam menyebarkan narasi nilai-nilai toleransi, nilai-nilai moderasi dan nilai-nilai perdamaian," imbuh Presiden.

Presiden juga menyampaikan gagasan yang merupakan inisiatif dari pemerintah Indonesia dalam mengkampanyekan pesan damai melalui media sosial.

"Saya juga sangat senang bahwa mereka sangat antusias untuk membantu inisiatif kita yang kita namakan empowering leaders of peace," lanjutnya.

Kerjasama Indonesia-Google

Sesuai pembicaraannya dengan pihak industri media sosial di Amerika Serikat seperti Facebook, Google, dan Twitter, Presiden Jokowi memastikan, bahwa mereka telah memberikan komitmen untuk kerja sama dalam pengembangan ekonomi digital di Indonesia.

"Mereka telah memberikan komitmen untuk kerjasama dalam pengembangan ekonomi digital di Indonesia. Dengan Google misalnya, terdapat komitmen pelatihan 1.000 technopreaneur sampai tahun 2020. Dan juga dengan perusahaan-perusahaan yang lain juga akan ditindaklanjuti," pesan Presiden Jokowi. [aw/lt]

XS
SM
MD
LG