Tautan-tautan Akses

Pemerintah Akan Hentikan Pencarian Korban Kecelakaan AirAsia


Bagian ekor pesawat AirAsia QZ8501 diangkat dari kapal ke truk di Pelabuhan Kumai, dekat Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah (11/1). (Reuters/Darren Whiteside)

Bagian ekor pesawat AirAsia QZ8501 diangkat dari kapal ke truk di Pelabuhan Kumai, dekat Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah (11/1). (Reuters/Darren Whiteside)

Beberapa kapal dan personel Basarnas telah ditarik mundur dan beberapa masih berjaga, namun secara resmi operasi akan dihentikan Minggu (22/3).

Pemerintah mulai Minggu (22/3) akan menghentiakn pencarian jenazah 56 orang yang masih hilang menyusul jatuhnya pesawat AirAsia ke Laut Jawa Desember lalu, menurut pejabat Badan SAR Nasional.

AirAsia penerbangan QZ8501 kehilangan kontak dengan pengatur lalu lintas udara selama cuaca buruk, kurang dari setengah perjalanan dari Surabaya ke Singapura pada 28 Desember, menewaskan 162 orang di dalamnya.

"Beberapa kapal dan personel kami telah ditarik mundur dan beberapa masih berjaga, namun secara resmi operasi akan dihentikan Minggu," ujar juru bicara Basarnas, Yusuf Latif.

Data penerbangan dan rekaman suara kokpit, dikenal sebagai kotak-kotak hitam, telah ditemukan dua minggu setelah pesawat jatuh. Bagian besar badan pesawat juga ditemukan di dasar laut.

Upaya pencarian penyelamatan multi-nasional, yang dipimpin militer dan seringkali terhambat cuaca buruk dan arus kuat, menemukan 106 jenazah, sementara 56 masih hilang.

Hanya sedikit rincian analisis rekaman penerbangan itu telah dipublikasikan.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi mengungkapkan bahwa ko-pilot Perancis yang mengendalikan pesawat sebelum kecelakaan tersebut.

Hasil akhir penyelidikan diharapkan selesai dalam enam bulan, menurut seorang penyelidik.

XS
SM
MD
LG