Tautan-tautan Akses

Pemerintah dan Oposisi Saling Klaim Kemenangan dalam Pemilu Georgia


Para pendukung oposisi melakukan reli untuk merayakan kemenangan pemilu, meski belum ada hasil resmi, di pusat ibukota Tbilisi, Georgia hari Senin (1/10).

Para pendukung oposisi melakukan reli untuk merayakan kemenangan pemilu, meski belum ada hasil resmi, di pusat ibukota Tbilisi, Georgia hari Senin (1/10).

Kedua pihak, baik pemerintah maupun kelompok oposisi Georgia sama-sama mengklaim kemenangan dalam pemilu parlemen hari Senin (1/10), meskipun hasilnya masih belum pasti.

Koalisi “Impian Georgia” pimpinan pengusaha milyarder pro-Rusia Bidzina Ivanishvilli menantang “Gerakan Nasional Bersatu” Presiden Mikhail Saakashvilli untuk menguasai parlemen.

Beberapa jajak pendapat menilai “Impian Georgia” unggul, berdasarkan perhitungan suara dari daftar partai. Ini berarti separuh dari total kursi di parlemen. Sebuah jajak pendapat seusai pemilih keluar dari TPS yang dilakukan televisi pemerintah mengatakan kelompok “Impian Rusia” pimpinan milyarder pro-Rusia Bidzina Ivanishvilli memimpin dengan 35 persen atas “Gerakan Nasional Bersatu” pimpinan Presiden Mikheil Saakashvili yang memperoleh 30 persen.

Saakashvilli mengatakan partainya memenangkan daerah di mana kursi-kursinya diisi oleh kandidat individu yang populer. Meskipun sejauh ini hasilnya masih bervariasi, ribuan pendukung oposisi merayakan hal ini di pusat kota Tbilisi Senin malam.

Menurut konstitusi baru Georgia, perdana menteri akan memegang banyak wewenang yang sebelumnya diserahkan kepada presiden, ketika masa jabatan kedua dan sekaligus masa jabatan terakhir Saakashvilli berakhir tahun depan. Parlemen akan memilih perdana menteri baru.

Presiden Saakashvilli mengatakan kemenangan “Impian Georgia” dan kemenangan Ivanishvilli sebagai perdana menteri akan menjauhkan Georgia dari Barat dan menempatkannya kembali di bawah pengaruh Rusia. Ivanishvilli membantah tuduhan ini.

Para pendukung Ivanishvilli menuduh Presiden Saakashvilli sebagai seorang diktator. Mereka menyalahkan Saakashvilli atas perang yang menimbulkan kerusakan dahsyat dengan Rusia tahun 2008, terkait wilayah Ossetia Selatan yang memisahkan diri. Tim kampanye Saakashvilli juga dirugikan pekan lalu sewaktu muncul video-video yang memperlihatkan para pengawal penjara memukuli dan memperkosa para tahanan.

Pemilu ini sangat penting bagi masa depan negara berpenduduk 4,5 juta orang itu karena berdasarkan konstitusi baru, perdana menteri memegang banyak wewenang yang tadinya diserahkan kepada presiden. Tahun depan parlemen akan menunjuk seorang perdana menteri baru setelah masa jabatan kedua dan sekaligus masa jabatan terakhir Presiden Saakashvilli berakhir.

Lebih dari 51 ribu pemantau dan pengamat pemilu internasional mengamati jalannya pemilu hari Senin.
XS
SM
MD
LG