Tautan-tautan Akses

Pemerintah AS Sita Jutaan Dolar Barang Palsu dan Tutup Ratusan Situs Gelap

  • Kane Farrabaugh

Sebagian kaos jersey football palsu yang disita dari toko olah raga di Fort Wayne, Indiana, belum lama ini.

Sebagian kaos jersey football palsu yang disita dari toko olah raga di Fort Wayne, Indiana, belum lama ini.

Belum lama ini pemerintah Amerika menyita lebih dari enam juta dolar barang dagangan palsu dan menutup lebih dari 300 situs internet gelap sebagai bagian dari “Operation Fake Sweep” atau sweeping barang palsu.

Bagi mata yang tidak terlatih barang-barang di toko olah raga di Fort Wayne, Indiana, ini tampak tidak bermasalah.

Tetapi, bagi petugas pemerintah yang mengamati barang palsu, ini adalah kasus besar.

Para petugas mengangkut kotak demi kotak, banyak diantaranya dipenuhi kaos jersey football palsu.

Pengacara Liga Football Nasional atau NFL, Anastasia Danias, mengatakan pemalsuan semacam itu merugikan organisasinya jutaan dolar.

“Tahun lalu saja kami mendapati lebih dari 14 juta dolar barang-barang palsu yang disita. Itu baru barang-barang yang disita, belum termasuk barang-barang yang sudah dijual kepada konsumen yang tidak curiga,“ paparnya.

Sebagian besar upaya mencegat barang-barang palsu dilakukan di tempat transit barang itu.

Di Fasilitas Surat International di bandara O’Hare, Chicago, petugas-petugas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika, seperti Brian Henke, memeriksa bingkisan yang datang dan tampak mencurigakan.

Ia mengatakan, “Sebagian barang ini mudah dibedakan dari yang lainnya. Sebagian barang ini tertangkap dengan hanya melihat dan memperhatikan logo-nya, mungkin New York Giants, Giants salah eja. Warnanya bisa lain dari yang asli.”

Para petugas mengatakan cara terbaik untuk mengatasi usaha pemalsuan adalah mendorong konsumen untuk membeli barang-barang berlisensi dari toko yang bereputasi baik, seperti toko resmi. Para pembeli bisa melihat fitur pengaman tertentu yang hanya dimiliki barang-barang yang diberi lisensi seperti hologram pada kartu harga dan sulaman khusus pada logo.

“Pesan moralnya adalah pembeli harus hati-hati,” ujar Henke lagi.

Direktur Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai, John Morton, mengatakan sebagian besar barang-barang palsu datang dari Asia.

“Kami berhasil menyelesaikan sejumlah kasus denganTiongkok, tetapi masih banyak yang bisa kita lakukan,” ujar Morton.

Ada pepatah yang mengatakan “Jika sebuah tawaran tampak terlalu menggiurkan barangkali ada sesuatu yang tidak beres dibelakangnya”.

Petugas pemerintah mengatakan pendekatan terbaik oleh konsumen adalah senantiasa mempertanyakan barang-barang yang mereka beli.

XS
SM
MD
LG