Tautan-tautan Akses

AS

Pemerintah AS Kena Serangan Peretas untuk Kedua Kalinya


Kantor Departemen Keamanan Dalam Negeri AS di Washington DC (foto: dok). Jaringan komputer pemerintah AS kembali diserang oleh peretas yang diduga berada di China.

Kantor Departemen Keamanan Dalam Negeri AS di Washington DC (foto: dok). Jaringan komputer pemerintah AS kembali diserang oleh peretas yang diduga berada di China.

Para peretas asing kembali menyerang jaringan komputer badan sumber daya manusia pemerintah Amerika, di mana badan intelijen dan militer menjadi sasaran serangan kedua ini.

Jaringan komputer milik badan sumber daya manusia pemerintah Amerika menjadi korban serangan besar dunia maya untuk kedua kalinya.

Para peretas dari China diyakini bertanggung jawab atas kedua serangan itu. China menyangkal tuduhan yang dikatakannya sebagai “tidak bertanggung jawab” itu.

Serangan kedua terhadap Kantor Manajemen Personalia, atau OPM, memungkinkan para peretas mengakses informasi latar belakang yang sangat sensitif yang diserahkan oleh aparat intelijen dan militer.

Informasi sensitif itu termasuk dokumen untuk mendapat izin keamanan atau sejenis surat berkelakuan baik bagi aparat beberapa lembaga pemerintah, di antaranya Badan Intelijen Pusat (CIA) dan Badan Keamanan Nasional (NSA). Demikian diungkapkan oleh para pejabat pemerintah AS yang tidak bersedia disebutkan namanya.

Data yang sangat bersifat pribadi yang diperlukan untuk mendapatkan surat izin keamanan itu mencakup informasi tentang penyakit jiwa,sejarah penggunaan narkoba dan alkohol, penangkapan polisi dan kebangkrutan. Para pelamar juga harus memberikan informasi tentang kenalan dan kerabat, sehingga berpotensi membuat kerabat para karyawan intelijen Amerika di luar negeri mendapat perlakukan kekerasan.

Dalam serangan pertama pterhadap OPM yang diumumkan pekan lalu, para peretas dilaporkan mencuri informasi sensitif tentang jutaan pegawai federal. OPM mengatakan sekitar empat juta pegawai dan mantan pegawai federal kemungkinan telah terimbas oleh peretasan Desember lalu itu.

Serangan dunia maya kedua ditemukan dalam penyelidikan atas serangan pertama tersebut.

XS
SM
MD
LG