Tautan-tautan Akses

Pemerintah AS Beri Perhatian Serius atas Kondisi Sungai Ciliwung


Dubes Blake di Ciliwung (VOA/Andylala)

Dubes Blake di Ciliwung (VOA/Andylala)

​Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert O Blake lakukan pembersihan sampah di sepanjang sungai Ciliwung bersama kelompok masyarakat di Jakarta.

Dalam rangka Hari Bumi 2014, Kedutaan Besar Amerika Serikat, Kementrian Lingkungan Hidup, bersama dengan Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), Masyarakat Peduli Ciliwung dan beberapa kelompok masyarakat lainnya menyelenggarakan Clean up Ciliwung atau menyusuri dan membersihan sampah di sepanjang sungai Ciliwung.

Duta Besar Amerika Serikat Robert O Blake di Jakarta Minggu (27/4) mengatakan, Pemerintah Amerika Serikat memberi perhatian serius atas kondisi sungai Ciliwung dengan memberikan program bantuan penciptaan sistim parit buangan. Blake dalam kesempatan ini juga mengajak peran serta masyarakat untuk rajin membersihkan sungai Ciliwung.

Blake yang ikut menyusuri sungai dan membersihkan sampah di sepanjang sungai dengan menggunakan perahu karet, juga mengajak semua kalangan, agar setiap hari menjadikan Hari Bumi dengan bersama-sama membersihkan Ciliwung. Jika Ciliwung bersih menurutnya, bisa dijadikan tempat wisata.

Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) Ahmad Syafruddin yang akrab disapa Puput mengatakan, kehadiran Duta Besar Amerika Serikat Robert O Blake dan pejabat pemerintah Indonesia dalam program pembersihan sungai Ciliwung, setidaknya dapat menjadi contoh yang baik bagi masyarakat agar mau melakukan hal yang sama.

Puput yang juga inisiator program bersih-bersih sungai Ciliwung ini berharap ada kerjasama di masa yang akan datang antara Pemerintah Amerika Serikat dengan kelompok-kelompok masyarakat di Indonesia dalam program perbaikan kondisi sungai. Kerjasama itu menurutnya bisa berupa pertukaran tenaga ahli dan alih teknologi sehingga sungai-sungai di Indonesia bisa benar-benar bersih.

Puput juga berharap pemerintah khususnya pimpinan daerah seperti gubernur dan bupati atau walikota dapat mengeluarkan kebijakan yang berorientasi pada kepedulian lingkungan. Di antaranya adalah kewajiban bagi pengembang pemukiman mendirikan tempat pengolahan sampah.

Sementara itu, Linda Krisnawati dari Departemen Penguatan Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup mengajak peran serta masyarakat agar mau melakukan pembersihan sungai di manapun mereka berada.

Berdasarkan data dari Masyarakat Peduli Air selama berpuluh tahun Sungai Ciliwung mengalami beban pencemaran yang sangat tinggi. Limbah padat dan cair telah menyebabkan pencemaran air sungai melampaui baku mutu. Limbah padat itu berupa sampah rumah tangga dan industri yang mencapai 926 ton per hari atau setara dengan 3.704 M3 per hari. Sementara limbah cair dari industri masih berlangsung hingga sekarang yang otomatis membuat berbagai biota di sungai mengalami kepunahan. Tak kalah membahayakan berdasarkan data tersebut, adalah limbah cair rumah tangga seperti detergen yang menyebabkan penurunan kualitas air. Hal ini menyebabkan kematian ikan secara masal di Teluk Jakarta.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG