Tautan-tautan Akses

AS

AS akan Segera Kehabisan Dana Jika Pagu Utang Tidak Naik


FILE - A euro coin sits atop US one-dollar notes in Gelsenkirchen, Germany.

FILE - A euro coin sits atop US one-dollar notes in Gelsenkirchen, Germany.

Menurut Menteri Keuangan Jack Lew, pada hari Kamis, 17 Oktober, pemerintah hanya punya sisa uang kas 30 miliar dolar.

Gonjang-ganjing akan melanda perekonomian AS bila Kongres gagal menyetujui peningkatan plafon utang 16,7 triliun dolar, yang akan menyebabkan Amerika gagal bayar (default)

Tak hanya itu, dampaknya akan meluas secara global dan pasar finansial internasional akan merespon dengan negatif, dengan hilangnya kepercayaan investor terhadap obligasi AS.

Sebagian dari mereka yang kritis terhadap pengeluaran pemerintah, terutama dari kubu oposisi Republik, mendesak pemerintah untuk menetapkan prioritas pembayaran mana yang akan dipenuhi lebih dahulu. Namun analis finansial Steve Bell dari Bipartisan Policy Center di Washington menyatakan bahwa langkah tersebut tidak akan memecahkan masalah.

Pemerintah Amerika harus membayar tiga juta dolar tagihan setiap harinya. Pada titik tertentu, kemungkinan dalam beberapa pekan, pemerintah akan kehabisan uang tunai, ujarnya. Lalu, pemerintah harus menunda pembayaran, hari demi hari, sampai kemudian dinyatakan default.

Menurut Menteri Keuangan Jack Lew, pada hari Kamis, 17 Oktober, pemerintah hanya punya sisa uang kas 30 miliar dolar, beserta pemasukan dari beberapa sumber pendapatan. Setelah itu, dengan bunga obligasi pemerintah jatuh tempo, pembayaran pensiun dan layanan kesehatan yang harus dibayarkan kepada warga usial lanjut di Amerika pada 1 November, uang tunai tersebut akan segera habis.

Pemimpin di Washington terus berunding untuk mengakhiri penutupan parsial pemerintah dan meningkatkan pagu utang sehingga AS dapat meminjam dana tambahan untuk membayar berbagai tagihannya, termasuk bunga obligasi yang harus dibayarkan kepada negara-negara kreditor seperti China dan Jepang.
XS
SM
MD
LG