Tautan-tautan Akses

Pemerintah Afghanistan Lakukan Pembicaraan Rahasia dengan Taliban


Kepala badan intelijen Afghanistan Mohammad Masoom Stanekzai dalam wawancara di Kabul, 31 Desember 2012 (Foto: dok).

Kepala badan intelijen Afghanistan Mohammad Masoom Stanekzai dalam wawancara di Kabul, 31 Desember 2012 (Foto: dok).

Surat kabar The Guardian mengungkapkan pertemuan itu dalam artikel eksklusif, Selasa (18/10), dengan menyatakan pertemuan itu dilakukan pada bulan September dan Oktober.

Pejabat-pejabat senior pemerintah Afghanistan dan wakil-wakil Taliban dilaporkan telah mengadakan sedikitnya dua pertemuan rahasia dalam beberapa hari belakangan, dalam upaya memulai kembali dialog perdamaian yang telah lama ditunggu-tunggu untuk mengakhiri perang di Afghanistan.

Seorang sumber dari Pemerintah Persatuan Nasional di Kabul telah mengukuhkan kepada VOA bahwa pertemuan itu berlangsung di Doha, ibukota Qatar, yang menjadi basis para perunding politik Taliban. Tetapi sumber itu menolak memberi rincian lebih lanjut.

Surat kabar The Guardian mengungkapkan pertemuan itu dalam laporan eksklusif, Selasa, dengan menyatakan pertemuan itu dilakukan pada bulan September dan awal Oktober. Dalam pertemuan itu, kepala badan intelijen Afghanistan Mohammad Masoom Stanekzai berbicara langsung dengan Mullah Abdull Manan Akhund, saudara mendiang pendiri dan pemimpin lama Taliban, Mullah Omar.

Surat kabar Inggris itu mengutip seorang petinggi Taliban yang tidak disebut namanya, yang mengatakan seorang diplomat senior Amerika hadir dalam pertemuan di Qatar. Pemerintah Amerika sendiri belum mengomentari klaim tersebut.

Jurubicara presiden Afghanistan, Dawa Khan Menapal, tanpa mengomentari langsung tentang pertemuan di Doha, mengatakan, pemerintah Afghanistan melakukan semua usaha yang mungkin untuk berdialog dengan kelompok-kelompok yang siap melakukan pembicaraan perdamaian guna mendorong stabilitas di negara itu.

Seorang jurubicara kantor politik Taliban yang berbasis di Doha membantah pertemuan kelompoknya dengan kepala badan intelijens Afghanistan yang disebutnya tidak berdasar.

“Saya tidak punya informasi semacam itu juga tidak ada pertemuan rahasia di tingkat apapun dengan pemerintah Afghanistan,” kata media berbahasa Pashto yang pro Taliban, mengutip pernyataan Sohail Shaeen.

Sebelumnya, ketika diminta tanggapannya oleh VOA mengenai laporan pertemuan itu, jurubicara utama kelompok pemberontak Islamis tersebut, Zabihullah Mujahid, mengatakan ia sibuk dengan berbagai aktivitas terkait perang. Namun ia menyatakan tahu tentang artikel di surat kabar itu.

Mujahid mengatakan, ia telah meminta informasi dari para pejabat politik Taliban di Qatar dan akan berkomentar setelah menerima informasi tersebut.

Putaran pendahuluan pembicaraan perdamaian antara pihak-pihak yang berperang berlangsung di Pakistan pada Juli 2015. Para pejabat Amerika Serikat, China dan Pakistan juga menghadirinya. Tetapi proses itu macet setelah terungkap bahwa pemimpin Taliban Mullah Omar telah tewas lebih dari dua tahun sebelumnya. [uh/lt]

XS
SM
MD
LG