Tautan-tautan Akses

Pementasan Teater Harry Potter Pesona Penggemar


Promosi pementasan 'Harry Potter and the Cursed Child' di Palace Theater, London (6/6). (AFP/Daniel Leal-Olivas)

Promosi pementasan 'Harry Potter and the Cursed Child' di Palace Theater, London (6/6). (AFP/Daniel Leal-Olivas)

"Harry Potter and the Cursed Child" menghidupkan lagi dunia magis penyihir karya penulis J.K. Rowling.

Dengan jubah Hogwarts dan mengayunkan tongkat sihir, para penggemar yang antusias mendapat kesempatan pertama melihat kelanjutan kisah Harry Potter, memberikan produksi teater di London ulasan yang gemilang.

"Harry Potter and the Cursed Child (Harry Potter dan Anak yang Dikutuk" menghidupkan lagi dunia magis penyihir karya penulis J.K. Rowling, dengan latar 19 tahun setelah kisah dalam buku terakhirnya, mengenai karakter yang dicintai itu dan dua sahabatnya Ron dan Hermione.

Pementasan teater tersebut, cerita ke delapan dalam serial Harry Potter, dibuka untuk pertunjukan pendahuluan Selasa malam (7/6) di Palace Theater, London. Di luar gedung, antrean mengular bermeter-meter dari pentonton yang tak sabar ingin masuk.

Pertunjukan yang dibagi dalam dua bagian itu mengikuti tiga sahabat tersebut ketika mereka telah dewasa. Potter digambarkan terlalu sibuk bekerja sebagai pegawai Kementerian Sihir, sementara putra bungsunya Albus bergulat dengan warisan keluarga.

Tidak banyak yang telah diungkap selain itu dan Rowling, yang buku-bukunya telah menjadi film-film laris, telah meminta penonton untuk memikirkan orang lain dengan tidak membocorkan cerita.

"Saya sangat menyukai film-filmnya tapi setelah melihat ini, menurut saya, lupakan film-filmnya. Ini sungguh fantastis... Semuanya ada," ujar seorang penggemar bernama Callum Fawcett.

"Sangat menakjubkan, luar biasa," tambah penggemar lain, Ollie Southgate. "Ini versi yang betul-betul berbeda dari semua yang orang cintai dari buku-buku itu... Efek visualnya tidak pernah saya lihat sebelumnya."

Pergelaran itu didasarkan pada kisah yang ditulis Rowling, penulis naskah dan teater Jack Thorne dan sutradara John Tiffany. Para jurnalis mengatakan penonton sungguh terpesona.

"Penonton sangat senang, apresiatif dan siap menyelami pementasan tersebut," tulis New York Times, sambil menambahkan: "Ketiga karakter utama setia pada diri mereka ketika lebih muda."

Koran Inggris Daily Telegraph menulis: "Penonton datang untuk melihat sihir dan mereka mendapatkannya... Apakah Rowling kembali sukses? Penonton tidak meragukannya."

Di Twitter, Rowling menulis bahwa reaksi pada pertunjukan pendahuluan "menyenangkan."

"Harry Potter and the Cursed Child" mulai dipentaskan 30 Juli. [hd]

XS
SM
MD
LG