Tautan-tautan Akses

Pemenang Hadiah Nobel China Kirim Pesan Dari Penjara


Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian China, Liu Xiaobo, dan istrinya Liu Xia, 3 Oktober 2010. (Foto: dok).

Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian China, Liu Xiaobo, dan istrinya Liu Xia, 3 Oktober 2010. (Foto: dok).

Sejak Presiden Xi Jinping memegang jabatan dua tahun lalu, pembungkaman para pembelot di China, kian bertambah, dengan pemerintah meringkus para pengacara HAM, aktivis, jurnalis, cendekiawan dan seniman.

Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian China yang mendekam dalam penjara, Liu Xiaobo, mengirim pesan kepada kawan-kawannya di luar negeri bahwa dia dalam keadaan sehat dan ingin agar dunia memberi perhatian lebih banyak kepada para aktivis China lainnya.

Pesan itu diselundupkan keluar dari penjaranya. Sewaktu berada dalam penjara, Liu dianugerahi Hadiah Nobel bagi Perdamaian tahun 2010 karena seruannya agar China melaksanakan reformasi politik.

Komite Nobel menyelenggarakan upacara penyerahan hadiah itu kepada Liu di Oslo, Norwegia, dengan sebuah kursi kosong di panggung, menandai ketidakhadirannya.

Beijing mengecam penganugerahan hadiah itu dan mengenakan status tahanan rumah kepada isterinya Liu Xia. Liu Xia masih dapat menengok suaminya di penjara, meskipun pertemuan-pertemuan mereka diawasi ketat.

Dalam pesannya, Liu menyampaikan, dia banyak membaca dan berpikir. Sejak Presiden Xi Jinping memegang jabatan dua tahun lalu, pembungkaman para pembelot di China, kian bertambah, dengan pemerintah meringkus para pengacara HAM, aktivis, jurnalis, cendekiawan dan seniman, banyak di antaranya tidak dikenal di luar negara itu.

XS
SM
MD
LG