Tautan-tautan Akses

Pembunuhan dengan Golok Tebarkan Ketakutan di Bangladesh


Suasana pemakaman Xulhaz Mannan, salah seorang korban pembunuhan dengan golok di Dhaka, Bangladesh, 26 April 2016 (Foto: dok).

Suasana pemakaman Xulhaz Mannan, salah seorang korban pembunuhan dengan golok di Dhaka, Bangladesh, 26 April 2016 (Foto: dok).

Polisi Bangladesh mengatakan bahwa seorang pria Hindu tewas dibunuh dengan golok tengah hari Sabtu (30/4) di Bangladesh, menyusul beberapa serangan serupa di negara Asia Selatan yang mayoritas Muslim itu.

Pihak berwenang sedang menyelidiki apakah pembunuhan Nikhil Joarder itu berhubungan dengan keluhan tahun 2012 terhadapnya karena ucapannya yang dituduh menentang Nabi Mohammad, kata Aslam Khan, seorang polisi di daerah Tangail, di mana serangan itu terjadi.

Joarder diserang dengan senjata tajam oleh dua pria yang mengendarai sepeda motor ketika ia duduk di tempatnya sebagai tukang pangkas, kata Khan. Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Joarder meringkuk dua pekan di penjara tahun 2012 dan dibebaskan setelah keluhan terhadapnya dicabut.

Serangan terhadapnya serupa dengan rentetan pembunuhan belakangan ini terhadap para blogger atheis, dosen, penganut agama minoritas dan yang terbaru seorang aktivis hak gay di Bangladesh oleh Islamis radikal.

Lima orang telah dibunuh dalam serangan serupa tahun ini dan sembilan lainnya dibunuh tahun lalu. Walaupun beberapa orang telah ditangkap, yang sebagian besar pelaku tingkat rendah, sejauh ini belum ada yang diseret ke pengadilan dan pihak berwenang telah mengalami kesulitan mencapai kemajuan dalam penentuan nama orang-orang yang merencanakan serangan itu.

Untuk pembunuhan tahun 2013 terhadap seorang blogger atheis, pengadilan telah menghukum mati dua pria dan enam lainnya dijatuhi hukuman penjara.

Hampir semua serangan itu telah diklaim oleh kelompok-kelompok ekstrimis Islamis internasional, termasuk kelompok ISIS dan berbagai cabang al-Qaida. Namun, pemerintah membantah bahwa kelompok-kelompok ini mempunyai kehadiran di Bangladesh, dan menuduh oposisi politik mendalangi kekerasan itu. [gp]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG