Tautan-tautan Akses

Pembunuhan Aktivis Terkemuka Cemaskan Rakyat Kamboja


Warga Kamboja menghadiri upacara pemakaman aktivis oposisi Kem Ley di pinggiran Phnom Penh (11/7).

Warga Kamboja menghadiri upacara pemakaman aktivis oposisi Kem Ley di pinggiran Phnom Penh (11/7).

Pembunuhan aktivis oposisi dan komentator politik terkemuka Kem Ley telah mengagetkan warga Kamboja.

Pembunuhan aktivis dan komentator politik terkemuka Kem Ley telah mengagetkan warga Kamboja, menimbulkan kemarahan oposisi, dan meningkatkan pertaruhan politik di negara tersebut yang mempunyai sejarah tragis pembunuhan dan tidak mentolerir suara yang menentang.

Ratusan orang telah dipenjarakan dan banyak yang dibunuh dalam perdamaian yang sulit sejak berakhirnya perang saudara yang lama di Kamboja hampir 18 tahun yang lalu, yang meninggalkan budaya kekerasan yang sangat buruk. Para analis mengatakan kematian Kem Ley melambangkan budaya itu dan penindakan belakangan ini terhadap oposisi oleh Perdana Menteri Hun Sen.

Kematian Ley dengan mencemaskan serupa dengan pembunuhan tokoh serikat buruh Chea Vichea tahun 2004 dan mengingatkan orang akan pembunuhan Chut Wutty tahun 2012, seorang aktivis lingkungan yang ditembak tewas ketika bekerja bersama dua orang wartawan.

Kedua kasus itu belum diselesaikan dengan memuaskan, yang menimbulkan kekhawatiran bahwa pembunuhan terbaru aktivis masyarakat madani ini akan dicemari dengan informasi resmi yang membingungkan dan ketidaksediaan oleh polisi untuk menantang pihak berwenang.

Hal ini disebut oleh John Kirby, jurubicara Departemen Luar Negeri Amerika, yang mengatakan Washington sangat prihatin oleh kematian aktivis berusia 45 tahun itu.

“Kami mengikuti perkembangan dalam kasus ini dengan seksama, dengan memperhatikan seruan pemerintah Kamboja akan penyelidikan dan mendesak agar pihak berwenang memastikan proses ini berjalan dengan seksama dan tidak memihak,” katanya. [gp]

XS
SM
MD
LG