Tautan-tautan Akses

Pemboman Gereja di Nigeria Tewaskan 15 Orang


Gereja Living Faith di negara bagian Bauchi, Nigeria runtuh akibat pemboman, sedikitnya 15 orang tewas dan beberapa orang lainnya cedera parah (3/6).

Gereja Living Faith di negara bagian Bauchi, Nigeria runtuh akibat pemboman, sedikitnya 15 orang tewas dan beberapa orang lainnya cedera parah (3/6).

Para pejabat Nigeria mengatakan pemboman gereja di Negara bagian Bauchi menewaskan 15 orang dan mencederai 42 lainnya.

Kepala tim operasi kondisi darurat Negara bagian Bauchi, Muhammad Inuwa Bello, mengatakan pelaku pemboman meledakkan Gereja Living Faith di luar ibu kota negara bagian itu hari Minggu pagi, tetapi badan itu belum berkomentar mengenai siapa yang bertanggung jawab.

Para saksi mengatakan gereja tersebut runtuh setelah pemboman itu, memerangkap jemaat, menewaskan warga sipil dan petugas keamanan, dan mengakibatkan lainnya cedera parah.

Warga setempat yang marah mengatakan pemerintah gagal melindungi rakyat dari serangan dan kekerasan sektarian yang mencabik-cabik Nigeria utara dalam tiga tahun terakhir.

Di beberapa kota di Nigeria utara, jumlah penduduk lokal sekarang menyamai populasi nasional, dengan mayoritas Muslim di utara dan mayoritas Kristen di selatan. Setelah pemboman hari Minggu, sebagian penduduk yang berang menguraikan ketegangan-ketegangan sektarian dengan mengatakan, apabila pembunuhan-pembunuhan itu tidak dihentikan, warga Kristen dan Muslim tidak boleh hidup berdampingan lagi.

“Kami tidak senang dengan kondisi itu. Apabila pemerintah tidak bisa mencari pemecahan, biarkan saja negara ini terpecah dua,” ujar seorang saksi mata.

Kelompok militan Islam yang dikenal sebagai Boko Haram pada masa sebelumnya menyatakan bertanggung jawab atas serangan-serangan serupa, seperti serangkaian pemboman gereja yang menewaskan puluhan orang tahun lalu pada hari Natal.

Boko Haram dituding telah menewaskan ratusan orang tahun ini, kebanyakan di utara. Kelompok itu mengatakan ingin memberlakukan syariah Islam, dan menuntut pembebasan anggota-anggotanya yang dipenjara.

Hussaini Abdu, yang mengepalai organisasi anti-kemiskinan ActionAid di Nigeria, mengatakan, serangan-serangan Boko Haram meningkatkan ketegangan yang ada antara kelompok-kelompok keagamaan dan etnis di Nigeria, menyulitkan bangsa itu menyepakati apa yang harus dilakukan untuk menghentikan kekerasan itu.

“Situasi yang diakibatkan Boko Haram lebih cocok digambarkan dengan keretakan atau perpecahan nasional. Jadi, komentar yang keluar, cara menganalis isu itu, tanggapan kita terhadap isu itu didasarkan pada etnis kita, dari mana asal kita,” paparnya.

Kelompok Human Rights Watch mengatakan Boko Haram telah menewaskan lebih dari 1.000 orang sejak mereka melancarkan serangan tahun 2009, menyerang pasukan keamanan, gereja, pasar, kantor surat kabar, dan kantopr pusat PBB di ibukota Nigeria itu.
XS
SM
MD
LG