Tautan-tautan Akses

AS

Pembom Boston Marathon Resmi Dijatuhi Hukuman Mati


Pembom Boston Marathon Dzhokhar Tsarnaev (tengah) dalam sidang Mei 2015 di Boston.

Pembom Boston Marathon Dzhokhar Tsarnaev (tengah) dalam sidang Mei 2015 di Boston.

Imigran asal Chechnya berusia 21 tahun itu mengakui bahwa ia dan mendiang abangnya, Tamerlan, memasang dua bom yang meledak dekat garis finish perlombaan legendaris itu tanggal 15 April 2013

Pembom Boston Marathon Dzhokhar Tsarnaev meminta maaf dalam sidang penjatuhan hukuman hari Rabu (24/6) sebelum ia dengan resmi dijatuhi hukuman mati atas pemboman maut tahun 2013 itu.

Imigran asal Chechnya berusia 21 tahun itu berdiri di ruang pengadilan federal di Boston dan mengakui bahwa ia dan mendiang abangnya, Tamerlan, memasang dua bom yang meledak dekat garis finish perlombaan legendaris itu tanggal 15 April 2013, menewaskan tiga orang dan melukai 264 orang lainnya, termasuk 17 yang terlepas bagian tubuhnya.

“Saya meminta maaf atas nyawa yang telah saya cabut, atas penderitaan yang saya sebabkan terhadap anda, atas kerusakan yang telah saya lakukan, kerusakan yang tidak dapat diperbaiki,” kata Tsarnaev dalam ucapan terbuka pertamanya sejak ia ditangkap.

Namun Hakim George O’Toole tidak bersimpati kepada Tsarnaev ketika ia menjatuhkan hukuman mati, dengan mengatakan tidak ada orang yang akan mengingat orang seperti apa dia sebelum pemboman itu.

“Apa yang akan diingat adalah bahwa kamu membunuh dan mengakibatkan cacat orang-orang yang tidak bersalah dan bahwa kamu lakukan itu dengan kemauan kuat dan sengaja,” kata O’Toole.

Sebelum mengeluarkan pernyataannya, Tsarnaev duduk tanpa menunjukkan perasaan dan mendengarkan kesaksian selama tiga jam dari 24 korban dan para penyintas yang mengatakan bagaimana pemboman itu telah memperburuk kehidupan mereka.

Ibu Krystal Campbell, salah satu dari tiga orang yang tewas dalam pemboman itu, mendamprat Tsarnaev, dengan mengatakan "pilihan yang kamu ambil memuakkan dan apa yang kamu lakukan terhadap putri saya menjijikkan.”

XS
SM
MD
LG