Tautan-tautan Akses

Pembicaraan Koalisi di Yunani Berakhir Buntu


Pemimpin konservatif Yunani, Antonis Samaras gagal meyakinkan partai-partai politik untuk membentuk pemerintah koalisi (foto: dok).

Pemimpin konservatif Yunani, Antonis Samaras gagal meyakinkan partai-partai politik untuk membentuk pemerintah koalisi (foto: dok).

Pemimpin partai konservatif Yunani, Antonis Samaras, mengatakan ia tidak mampu membentuk pemerintahan koalisi.

Pemimpin konservatif Antonis Samaras, yang Partai Demokrat-nya meraih suara terbanyak dalam pemilu hari Minggu, diberi kesempatan pertama membentuk pemerintahan oleh Presiden Karolos Papoulias.

Tetapi setelah mengadakan pembicaraan hari Senin, Samaras gagal meyakinkan partai-partai lain untuk bergabung dengan blok-nya supaya ia dapat meraih mayoritas dalam parlemen dengan 300 kursi itu.

Kini, partai sayap kiri yang meraih suara terbanyak kedua berkesempatan membentuk sebuah aliansi untuk memerintah. Jika pembicaraan ini gagal, partai di posisi ketiga akan memperoleh mandat tersebut.

Jika sama sekali tidak tercapai kesepakatan, maka pemilu baru akan diselenggarakan bulan depan.

Sementara itu, para pemimpin Eropa yang gelisah terus menekan Yunani agar menghormati semua persyaratan atas dana talangan. Dalam menentukan pilihan pada hari pemilu, warga Yunani tampaknya memilih partai-partai yang menentang persyaratan penghematan yang diberlakukan atas Athena sebagai imbalan dua dana talangan bernilai lebih dari 300 miliar dolar AS.

Juga hari Senin, Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan adalah “sangat penting” bahwa Yunani meneruskan jalur reformasinya meski ia mengakui bahwa hal ini “sulit.”

Jurubicara Komisi Eropa mengatakan Brussels “berharap pemerintah masa depan Yunani akan menghormati berbagai kesepakatan yang telah Yunani setujui.”
XS
SM
MD
LG