Tautan-tautan Akses

Pembicaraan Perdamaian Suriah Berakhir Buntu


Louay Safi, juru bicara Koalisi Nasional Suriah, berbicara dengan media setelah pembicaraan perdamaian Suriah di Jenewa (15/2).

Louay Safi, juru bicara Koalisi Nasional Suriah, berbicara dengan media setelah pembicaraan perdamaian Suriah di Jenewa (15/2).

Kedua putaran pembicaraan tidak menghasilkan apa-apa dan belum jelas kapan pembicaraan putaran ketiga akan diadakan.

Mediator Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Lakhdar Brahimi meminta maaf kepada rakyat Suriah Sabtu (15/2) menyusul pembicaraan perdamaian putaran terakhir di Jenewa antara pemerintah Suriah dan oposisi yang berakhir tanpa kesepakatan.

Pertemuan Brahimi dengan kedua pihak yang berseteru Sabtu merupakan upaya terakhir untuk menyelamatkan pembicaraan perdamaian yang buntu. Menurut Brahimi, rakyat Suriah mengharapkan pembicaraan akan menghasilkan jalan keluar dari "krisis mengerikan" yang mereka alami. Sebaliknya, kedua putaran pembicaraan tidak menghasilkan apa-apa. Belum jelas kapan pembicaraan putaran ketiga akan diadakan.

Chris Gunness, juru bicara upaya bantuan PBB di Suriah, mengatakan PBB kembali tidak bisa mendistribusi makanan dan barang-barang bantuan lain ke kamp pengungsi Yarmouk di Damaskus, Sabtu. Ia mengatakan distribusi makanan di sana dihentikan selama lebih dari seminggu, sehingga nyawa warga sipil yang terkepung terancam.

Koordinator bantuan darurat PBB Valerie Amos mengatakan memberi bantuan kepada warga sipil di Suriah yang putus asa seharusnya bukan isu yang kontroversial atau politik. PBB mengatakan sudah lebih 136 ribu orang tewas dalam perang saudara tiga tahun itu dan jutaan orang mengungsi.

Pihak oposisi di Jenewa ingin membahas pembentukan pemerintahan transisi yang mungkin tidak akan menyertakan Presiden Bashar al-Assad. Pemerintah mengatakan fokus pembicaraan Jenewa haruslah perang melawan terorisme, istilah yang digunakan Damaskus ketika membahas pemberontak.

Juru bicara oposisi Louay Safi menyalahkan pemerintah yang dinilainya "agresif.'' Sedangkan Wakil Menteri Luar Negeri Suriah Fayssal Mikdad menilai oposisi memiliki "agenda yang tidak realistis.''

Presiden Amerika Barack Obama Jumat malam mengatakan harus ditemukan "solusi diplomatik" untuk Suriah. Walau tidak yakin solusi dapat dicapai dalam waktu dekat, Presiden Obama mengatakan, langkah-langkah akan diambil untuk "lebih menekan rezim Assad."
XS
SM
MD
LG