Tautan-tautan Akses

Pembicaraan Perdamaian Sudan Selatan Alami Kebuntuan


Presiden Sudan Selatan Salva Kiir (depan, kiri) dan komandan pemberontak Riek Machar bertukar dokumen setelah menandatangani perjanjian gencatan senjata di Ethiopia (1/2).

Presiden Sudan Selatan Salva Kiir (depan, kiri) dan komandan pemberontak Riek Machar bertukar dokumen setelah menandatangani perjanjian gencatan senjata di Ethiopia (1/2).

Presiden Salva Kiir and saingannya, mantan wakil presiden Riek Machar, gagal mencapai kesepakatan dalam masalah-masalah besar.

Putaran terkini pembicaraan perdamaian antara dua pihak yang bertikai di Sudan Selatan mengalami kebuntuan setelah Presiden Salva Kiir and saingannya, mantan wakil presiden Riek Machar, gagal mencapai kesepakatan dalam masalah-masalah besar.

Blok regional Afrika Timur (IGAD) yang menengahi pembicaraan di ibukota Ethiopia, Addis Ababa, telah menetapkan Kamis (5/3) sebagai tenggat waktu bagi kedua pihak untuk menyelesaikan perbedaan. Kelompok itu mengatakan, pembicaraan akan berlanjut Jumat untuk membahas isu-isu seperti pembagian kekuasaan.

IGAD berharap pembicaraan bisa dituntaskan Kamis dengan harapan pemerintah transisi dapat terbentuk April.

Ancaman diberlakukannya sanksi PBB kini berada di tangan Kiir dan Machar, karena Dewan Keamanan PBB pekan ini dengan suara bulat menyetujui pembentukan sistem yang akan memberlakukan sanksi terhadap mereka yang merintangi perdamaian di negara itu.

Pertempuran pecah di Sudan selatan Desember 2013 ketika Kiir menuduh wakilnya yang dipecat itu melakukan percobaan kudeta.

Pertempuran di Sudan Selatan telah menewaskan ribuan orang, membuat dua juta orang terpaksa mengungsi, dan sekitar empat juta lainnya bergantung pada bantuan pangan.

XS
SM
MD
LG