Tautan-tautan Akses

Pembicaraan soal Nuklir Iran Dimulai Lagi di Moskow


Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton (kanan) bersama juru runding nuklir Iran, Saeed Jalili (foto: dok).

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton (kanan) bersama juru runding nuklir Iran, Saeed Jalili (foto: dok).

Perundingan babak baru mengenai nuklir Iran di Moskow ini dilakukan setelah pertemuan sebelumnya di Baghdad bulan lalu tidak banyak menghasilkan kemajuan.

Enam negara kuat di dunia mengadakan babak baru pembicaraan dengan Iran di Moskow untuk mencoba mengatasi keprihatinan internasional mengenai program nuklir Iran dan mencegah ambruknya diplomasi yang dapat menaikkan ancaman akan terjadinya konflik.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton, yang mewakili kelompok enam negara itu, memulai pertemuan dengan para diplomat Iran di ibukota Rusia hari Senin untuk perundingan yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari.

Kedua pihak melanjutkan pembicaraan bulan April setelah terhenti selama 15 bulan dan bertemu lagi di Baghdad bulan lalu, tetapi tampaknya tidak banyak mencapai kemajuan selain sepakat untuk mengadakan perundingan lagi di Moskow.

Delegasi Iran pada pembicaraan itu mengatakan kepada kantor berita pemerintah Iran IRNA bahwa pembicaraan terbaru tersebut akan gagal jika negara-negara kuat di dunia tidak mengakui apa yang dipandang Teheran sebagai haknya untuk memperkaya uranium. Iran mengatakan usaha pengayaannya adalah untuk tujuan damai termasuk membangkit tenaga listrik dan riset medis. Tetapi, Israel dan negara-negara Barat menuduh Iran berusaha membuat senjata nuklir di bawah kedok program energi sipil.

Delegasi Iran itu mengatakan Iran tidak khawatir pembicaraan di Moskow itu gagal dan tidak akan setuju untuk melakukan perundingan lagi kecuali jika kelompok enam negara itu menerima usulan lima-pasal Iran yang ditawarkan di Baghdad.
XS
SM
MD
LG