Tautan-tautan Akses

Pembicaraan Nuklir Iran Berakhir Tanpa Kesepakatan


Pejabat Uni Eropa, Catherine Ashton dan perunding Iran, Said Jalili (foto: dok). Kedua pihak, Iran dan negara-negara kuat dunia, tetap jauh mengenai substansi setelah hari terakhir negosiasi di Almaty, Kazakhstan, Sabtu (6/4).

Pejabat Uni Eropa, Catherine Ashton dan perunding Iran, Said Jalili (foto: dok). Kedua pihak, Iran dan negara-negara kuat dunia, tetap jauh mengenai substansi setelah hari terakhir negosiasi di Almaty, Kazakhstan, Sabtu (6/4).

Pejabat Uni Eropa, Catherine Ashton mengatakan kedua pihak tetap jauh mengenai substansi setelah hari terakhir negosiasi di Almaty, Kazakhstan, Sabtu (6/4).

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa mengatakan perundingan nuklir antara Iran dan enam kekuatan dunia berakhir hari Sabtu tanpa kesepakatan apapun. Catherine Ashton hari Sabtu mengatakan kedua pihak "tetap berseberangan mengenai pokok masalah" setelah hari kedua dan terakhir perundingan di Kazakhstan.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan belum ada kesepakatan mengenai tanggal atau tempat untuk pembicaraan berikutnya.

Ketua juru-runding nuklir Iran Saeed Jalili mengakui perbedaan antara kedua pihak. Ia menegaskan sikap Iran, negara itu berhak memperkaya uranium, dan menyatakan Teheran berharap lebih banyak konsesi dari kekuatan dunia sebelum membatasi produksi uraniumnya yang diperkaya.

Dalam pertemuan dua hari di Almaty, Kazakhstan, negara-negara besar berharap akan mencapai kompromi dengan Iran untuk meredam kekhawatiran mereka tentang kepercayaan yang meluas bahwa program nuklir Iran merupakan upaya rahasia untuk membuat bom nuklir.

Delegasi dari Amerika, Inggris, Perancis, Rusia, Tiongkok dan Jerman bertemu pejabat-pejabat Iran dengan proposal yang akan memungkinkan beberapa pengecualian terkait program sanksi internasional terhadap Iran, jika pihak berwenang Iran menutup fasilitas nuklirnya yang kontroversial dan menyerahkan persediaan uranium yang sudah diperkaya.
XS
SM
MD
LG